Hukum  

15 Perkara Kejari Bandarlampung Dihentikan Sejak Januari Hingga November 2023

15 Perkara Kejari Bandarlampung Dihentikan Sejak Januari Hingga November 2023
Suasana ekspose restorative justice Kejari Bandarlampung. Foto: Kejari Bandarlampung

7. Atas nama Tersangka Rossa Amelia Binti Ahmad Alwi, dengan sangkaan perbuatan yang melanggar Pasal 480 ke-1 KUHP, tentang penadahan.

Baca Juga: Kejari Bandarlampung Eksekusi Andi Jauhari Yusuf ke Lapas Rajabasa

8. Atas nama Tersangka Jaka Abdian Bin Fahmi, dengan sangkaan perbuatan yang melanggar Pasal 480 ke-1 KUHP, tentang penadahan.

9. Atas nama Tersangka Mulyana Binti Fahmi, dengan sangkaan perbuatan yang melanggar Pasal 480 ke-1 KUHP, tentang penadahan.

10. Atas nama Tersangka Tomi Bin Saniman, dengan sangkaan perbuatan yang melanggar Pasal 480 ke-1 KUHP, tentang penadahan.

11. Atas nama Tersangka Muhammad Ali Yahfi Bin Ahmad Ansori, dengan sangkaan perbuatan yang melanggar Pasal 480 ke-1 KUHP, tentang penadahan.

12. Atas nama Tersangka Arif Kesuma Bin Abu Bakar, dengan sangkaan perbuatan yang melanggar Pasal 351 Ayat(1) KUHP, tentang penganiayaan.

13. Atas nama Tersangka Murni Bin Nahrawi, dengan sangkaan perbuatan yang melanggar Pasal 480 ke-1 KUHP, tentang penadahan.

14. Atas nama Tersangka Mairita Sari, dengan sangkaan perbuatan yang melanggar Pasal 362 KUHP, tentang Pencurian.

15. Atas nama Tersangka Agus Hermawan, dengan sangkaan perbuatan yang melanggar Pasal 362 KUHP, tentang Pencurian.

Dikabulkannya permohonan penghentian penuntutan perkara melalui keadilan restoratif ini, lantaran telah terpenuhinya beberapa persyaratan, antara lain telah dilaksanakan proses perdamaian.

Kemudian Tersangka belum pernah dihukum, baru pertama kali melakukan perbuatan pidana, serta ancaman pidana denda atau penjara tidak lebih dari 5 tahun. Dan Tersangka berjanji tidak akan lagi mengulangi perbuatannya.

Selanjutnya Proses perdamaian dilakukan secara sukarela dengan musyawarah untuk mufakat, tanpa tekanan, paksaan, dan intimidasi.

Serta Tersangka dan korban setuju untuk tidak melanjutkan permasalahan ke persidangan, Pertimbangan sosiologis dan Masyarakat merespon positif.