Menu
Precision, Actual & Factual

Yuyun tidak Perintah Yayan, Soma dan Marwin jadi Juru Terima Pajak Minerba

  • Bagikan
Kirka.co
Sukriadi Siregar & Partners, Tim Kuasa Hukum Yuyun Maya Saphira, Terdakwa Perkara Korupsi Pajak Minerba Lampung Selatan 2017-2019. Foto Eka Putra

KIRKA.CO – Perkara korupsi pajak Minerba Lampung Selatan kini memasuki agenda pembacaan nota pembelaan para terdakwa, dimana dalam pledoinya Kuasa Hukum Yuyun Maya Saphira menyampaikan, bahwa tidak ada bukti yang pasti terkait aliran setoran pajak yang dikorupsi bermuara ke kliennya tersebut.

Salah satu poin dalam nota pembelaannya pada persidangan di 29 Juni 2021 ini, dimana pada bagian analisa yuridis tim Kuasa Hukum terdakwa Yuyun Maya Saphira mengatakan, dari fakta persidangan tidak pernah ada perintah dari Yuyun kepada ketiga terdakwa lainnya selaku bawahan untuk menerima setoran pajak.

Yuyun Maya Saphira disebutkan hanya memerintahkan kepada terdakwa Soma Mudawan Perkasa, M. Efriyansah Agung dan Marwin, untuk menyampaikan surat tagihan pajak, bukan menjadi juru terima dari uang setoran para wajib pajak.

Meskipun ketiganya mengatakan setoran pajak yang dibayarkan melalui mereka diserahkan seluruhnya ke Yuyun Maya Saphira, namun kesaksian tersebut tidak memiliki bukti yang kuat yang hanya menjadi fakta persidangan sebagai sebuah petunjuk.

“Klien kami Yuyun Maya Saphira disebut oleh ketiga terdakwa yang lainnya menjadi penerima seluruh setoran pajak yang dikorupsi, itu pula yang dijadikan oleh Jaksa menjadi dasar penuntutannya terhadap Yuyun, saya tegaskan tidak ada bukti yang kuat jika semua dituduhkan ke klien kami, itu hanya keterangan saksi mahkota saja,” tegas Kuasa Hukum terdakwa Yuyun Maya Saphira, Sukriadi Siregar.

Ia pun mengungkapkan bahwa dari keterangan para wajib pajak di persidangan, setoran tagihan pajak yang mereka berikan diakui dititipkan melalui Soma Mudawan Perkasa, M. Efriyansah Agung dan Marwin, tanpa diketahui kemana larinya uang tersebut setelah diterima oleh ketiga terdakwa itu.

“Kalau dari keterangan para saksi yang hadir dengan unsur wajib pajak, mereka kan mengakui bahwa setelah menerima surat tagihan pajak ya langsung mereka bayarkan saat itu, yang bertugas menagih ya tiga terdakwa lainnya, tidak ada yang tahu uang itu kemana setelahnya, meski dibilang langsung diberikan lagi ke Yuyun, tapi keterangan itu kan sudah ditolak,” ungkap Sukriadi.

“Keterangan dari Soma, Marwin, M. Efriyansah itu hanya kategori bukti petunjuk, sampai saat ini tidak ada bukti riilnya, lagi pula kan dokumen terkait itu sudah dibakar sama bendahara yang bernama Rinawati,” terangnya.

Diketahui dalam tuntutannya kemarin, Jaksa menuntut terdakwa Yuyun Maya Saphira dengan pidana penjara selama 5 tahun, dan menghukumnya untuk membayar denda sebesar Rp 200 juta dengan subsidair 4 bulan kurungan penjara.

Jaksa pun menuntut pidana uang pengganti kepada Yuyun sebagai pengganti kerugian negara sebesar Rp2.268.186.300 (Dua miliar dua ratus enam puluh delapan juta seratus delapan puluh enam ribu tiga ratus rupiah), subsidair dua tahun dan enam bulan penjara.

Sementara terhadap tiga terdakwa lainnya Jaksa menuntut sama rata yakni dengan lama hukuman selama 1 tahun dan 6 bulan, dan denda Rp100 juta dengan subsider 4 bulan penjara, Jaksa menuntut pidana uang pengganti sebesar Rp40 juta untuk terdakwa M. Efriansyah, Rp28 juta dituntut kepada Soma, serta Rp10 juta terhadap Marwin, yang seluruhnya telah dikembalikan.

  • Bagikan