Menu
Precision, Actual & Factual

Kata MAKI Soal Saksi Korupsi Pembakar Dokumen yang Ditangani Kejati Lampung

  • Bagikan
Koordinator MAKI, Boyamin Saiman. Foto Istimewa

KIRKA.COKoordinator MAKI Boyamin Saiman memberikan tanggapan atas adanya fakta sidang di PN Tipikor Tanjungkarang, Kamis, 3 Juni 2021.

Fakta itu menyoal adanya saksi atas perkara korupsi yang ditangani Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung melakukan pembakaran dokumen.

Dalam fakta sidang itu, hakim sempat menyatakan bahwa saksi bernama Rinawati sebagai Bendahara Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lampung Selatan sudah patut dijadikan tersangka atas aksinya yang membakar dokumen.

Dokumen itu menyoal pencatatan atas penerimaan para wajib pajak. Diketahui, kasus korupsi ini berkaitan dengan penggelapan penerimaan pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) di BPPRD Lampung Selatan.

Bagi MAKI, penetapan status kepada Rinawati yang hanya sebagai saksi tidak wajar. MAKI berpandangan sama dengan ungkapan hakim.

“Tidak wajar, mestinya dijadikan tersangka mengalangi penyidikan berdasar pasal 21 UU Pemberantasan Korupsi.

Dengan dibakarnya dokumen akan menyulitkan jaksa dalam melakukan penuntutan di persidangan, masak jaksa tidak marah dengan orang yang secara sengaja mempersulit tugas JPU. Jadi kalau jaksa membiarkan saksi yang bakar dokumen justru sangat aneh,” ungkap Boyamin saat dimintai tanggapannya via telpon kepada KIRKA, Kamis malam, 3 Juni 2021.

‘Ibarat kata, kita membiarkan orang yang melempar kotoran sapi ke muka kita, sudah dapat bau busuk dan ditambah mata nggak bisa melihat sehingga jalan kita akan tersandung dan jatuh. Masak kita membiarkan orang yang melempari kita dengan kotoran sapi?” tutur Boyamin.

  • Bagikan