Prof Karomani juga menuturkan penguatan kerjasama internasional Unila dengan universitas luar negeri yang telah dan akan dilakukan seperti Rusia Novosibirsk State Technical University (NSTU), Sorbonne University, University of Kentucky, Universitas Lahore Pakistan dan Universitas India dengan harapan Unila paling tidak masuk Top 100 dunia.
“Di samping terus menjalin kerja sama dengan yang sudah ada, seperti Jepang, Australia, dan lain-lain,” ujar Prof Karomani.
Selain itu, lanjut dia, penguatan regulasi juga sudah dilakukan, yaitu hampir 60 Peraturan Rektor (pertor) dibuat mulai dari pegawai non-ASN, fungsional dosen kontrak, beasiswa, insentif prestasi mahasiswa, lembaga kemahasiswaan, penggunaan mobil dinas, perjalanan dinas, BPU, remunerasi.
“Bahkan, bila perlu pertor tentang hak dan kewajiban mantan rektor agar silaturahim tetap terjaga,” kata dia sembari tertawa.
Penguatan PNBP sepanjang Prof Karomani menjadi Rektor Unila, pada 2021 naik 25 persen.
Semula di bawah Rp300 miliar menjadi Rp348 miliar. Pada 2022, ditargetkan menjadi Rp380 miliar dan 2023 diprediksikan di atas Rp400 miliar ketika unila masuk PTNBH.
Baca Juga : Mahasiswa Batrasia UNILA Pertunjukkan 3 Lakon Teater
“Karena itu, gaji remunerasi tahun ini akan kita naikkan cukup signifikan,” ujar Prof Karomani.
Dia berharap berkah yang diperoleh Unila terus berlanjut dan lebih baik lagi pada halal bihalal Lebaran Idulfitri berikutnya.
“Marilah kita tetap menjaga silaturahim sehingga bisa konsisten berinovasi dan bersinergi demi bangsa dan negara Indonesia,” tutup dia.






