Satgas Pangan Klaim Belum Ada PMK di Bandar Lampung

Satgas Pangan Klaim Belum Ada PMK di Bandar Lampung
BBPOM di Bandar Lampung memeriksa keamanan pangan produk olahan di Pasar Panjang pada Kamis (16/6). Foto: Josua Napitupulu

KIRKA – Tim Satgas Pangan klaim belum ada PMK di Bandar Lampung. Berdasarkan hasil tinjauan Tim Satgas Pangan Bandar Lampung di tiga lokasi peternakan belum ada temuan wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak.

Baca Juga : Harga Bawang Merah di Bandar Lampung Masih Mahal

“Dari hasil beberapa uji yang kita lakukan, alhamdulilah semua dalam keadaan sehat. Tidak ada indikasi terkena gejala PMK,” kata Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Bandar Lampung, Tole Dailami, yang memimpin Tim Satgas Pangan, pada Kamis, 16 Juni 2022.

Mengantisipasi wabah PMK di Bandar Lampung, Tim Satgas Pangan meninjau tiga lokasi peternakan.

Pertama, Prima Aqiqah di Gunung Terang yang memiliki 400 ekor domba atau kambing, 50 ekor sapi.

Kedua, lokasi penggemukan sapi milik Pak Sugiyo di Tanjungsenang terdapat 80 ekor sapi.

Ketiga, Kelompok Tani Ternak Sepakat Makmur Bersama di Sukabumi sebanyak 62 ekor sapi.

“Kita sudah melibatkan BBPOM, Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan, Kejaksaan, Kepolisian, Kodim, dan Dinas Perhubungan agar ini mendapatkan perhatian yang cukup serius,” ujar Tole Dailami.

Pada pekan lalu, Dinas Pertanian Bandar Lampung, mengimbau para peternak di kota setempat untuk tidak menerima hewan dari tiga daerah di Lampung yang telah terjangkit wabah PMK; Mesuji, Lampung Timur, dan Tulang Bawang.

“Karena Ibu Wali Kota menekankan sebisa mungkin Bandar Lampung aman dari PMK,” tegas Tole Dailami.

Dia mengimbau masyarakat agar berhati-hati dalam mendiagnosis PMK pada hewan ternak. Hanya uji laboratorium yang bisa memastikan hewan ternak terkena PMK.

“Perlu kita ketahui bersama untuk menentukan diagnosis PMK ini, kita berhati-hati. Pada tahap awal, gejalanya ada yang mirip dengan PMK,” kata dia.

Tole Dailami menyebutkan penyakit Bovin Ephemeral Fever (BOV) memiliki kemiripan dengan gejala awal PMK.

“Gejala awalnya kan air liur hewan berlebihan atau hiper salivasi disertai buih, jadi ini ada satu penyakit namanya Bovin Ephemeral Fever yang membuat sapi demam, air liur berlebih, dan pingsan,” jelas dia.

Kepala Dinas Pertanian Bandar Lampung, Agustini, menambahkan Bovin Ephemeral Fever tidak terlalu meresahkan.

“Bisa sembuh sendiri kalau dikasih vitamin. Dan tidak menular kepada manusia,” ujar dia.

Baca Juga : Satgas Pangan Bandar Lampung Temukan Residu Pestisida pada Sayuran 

Agustini menyampaikan hingga saat ini belum ada PMK di Bandar Lampung, tapi bagi masyarakat yang ingin berkurban bisa menghubungi Dinas Pertanian Bandar Lampung untuk memastikan kesehatan hewan kurban.

“Kalau mau ada yang berkurban, dokter kami siap memeriksa kesehatan hewan kurban, tapi khusus Bandar Lampung. Supaya masyarakat tidak ragu-ragu, bisa menghubungi drh Rifki Fabillah di 081381483999,” tutup dia.