KIRKA – Satu orang saksi KPK di dalam penyelidikan kasus dugaan suap alokasi DAK Pemkab Lampung Tengah Tahun 2017, meninggal dunia pada 13 Maret 2022. Ia adalah Achmad Junaidi Sunardi, mantan Ketua DPRD Lampung Tengah.
Baca Juga : KPK Respons Kabar Duka Achmad Junaidi Sunardi
Adapun ungkapan tentang penyelidikan KPK terhadap dugaan suap alokasi DAK di Lampung Tengah tersebut, disampaikan oleh Plt Juru Bicara Bidang Penindakan dan Kelembagaan KPK, Ali Fikri.
Achmad Junaidi yang merupakan politisi Partai Golkar ini menghembuskan napas terakhirnya di RS Abdul Moeloek setelah menjalani perawatan medis sejak 12 Maret 2022. Pada waktu itu, Achmad Junaidi dilarikan ke rumah sakit oleh petugas Lapas Kelas IA Bandar Lampung.
”[Diduga] karena ada penyumbatan jantung,” jelas Kepala Lapas Kelas IA Bandar Lampung, Maizar saat dihubungi KIRKA.CO pada 13 Maret 2022.
Achmad Junaidi Sunardi suatu waktu pernah membuat pengakuan bahwa dirinya turut terlibat di dalam kasus lobi-lobi DAK Lampung Tengah tadi.
Ia mengatakan dirinya menemani Mustafa menemui mantan Ketua Banggar DPR, Azis Syamsuddin pada masa itu, di kediaman Azis di Jakarta.
Ungkapan itu disampaikan dia –lewat sambungan video konferensi di Lapas Kelas IA Bandar Lampung– saat memberikan kesaksian di PN Tipikor Jakarta Pusat pada 1 November 2021 dalam persidangan eks penyidik KPK, AKP Stepanus Robin Pattuju sebagai terdakwa.
”Tidak lama setelah Pak Azis terpilih sebagai ketua banggar, pas di Jakarta saya ada bimbingan teknis, Pak Mustofa juga di Jakarta, kami naik taksi ke rumah Pak Azis, ‘Bang posisi di mana? Mustafa mau silaturahmi bang’, akhirnya ketemulah pukul 12,00 WIB,” katanya kala itu.






