KIRKA – Publik pertanyakan fasilitas Terminal Rajabasa menghadapi arus mudik dan arus balik pada Lebaran 2023.
Beberapa perusahaan otobus AKAP (Antar Kota Antar Provinsi) di Terminal Rajabasa mengeluhkan jalan berlubang yang ditimbun dengan tanah urugan dan bukan aspal hotmix.
“Setiap tahun begitu, menjelang lebaran saja ditambal, tapi gak pakai hotmix,” ujar salah satu pegawai otobus AKAP di Terminal Rajabasa, Bandar Lampung, Jumat (7/4/2023).
Baca Juga: Kesiapan Terminal Rajabasa Sambut Penumpang Arus Mudik
Dari hasil pantauan di lapangan, terdapat sejumlah titik jalan berlubang yang ditambal menggunakan tanah urugan.
Jalan berlubang di Terminal Rajabasa mulai dari pintu masuk hingga ke pintu keluar terminal.
Kepala Terminal Tipe A Rajabasa, Marsusi, mengatakan pihaknya berupaya melakukan perbaikan fasilitas di terminal terbesar di Provinsi Lampung ini.
“Untuk fasilitas di Terminal Rajabasa kami melakukan penggantian lampu penerangan. Semua kami ganti. Jalan-jalan yang bolong, kami lakukan penambalan,” ujar Marsusi saat dihubungi.
Penambalan jalan berlubang dengan tanah urugan sebagai langkah awal antisipasi menyambut penumpang arus mudik dan arus balik Lebaran 2023.
“Untuk mengantisipasi bus-bus yang masuk, makanya kami gunakan tanah urugan sebagai antisipasi dalam masa Angkutan Lebaran ini,” kata dia.
Publik mempertanyakan fasilitas di Terminal Rajabasa sebagai Terminal Tipe A yang dikelola Kementerian Perhubungan.
“Semua Terminal Tipe A yang tadinya dikelola pemerintah daerah pada tahun 2017-2018, diserahkan ke kementerian. Terminal Rajabasa ini diserahkan ke pusat tahun 2017,” tutur Marsusi.
“Jadi, untuk pemeliharaan infrastruktur masih kurang penganggaran dari pusat. Kalau usulan tetap kami ajukan, tapi kan tergantung anggarannya,” lanjut dia.
Publik pertanyakan fasilitas Terminal Rajabasa, Kota Bandar Lampung.
Marsusi menyampaikan pihaknya telah mengusulkan kepada Kementerian Perhubungan untuk melakukan perbaikan infrastruktur Terminal Rajabasa mulai tahun depan.
“Baru akan diusulkan di 2024 melalui Belanja Modal. Rencananya semua akan dihotmix, bukan tambal sulam. Mulai dari jalan masuk, jalan keluar, tempat pengendapan kendaraan. Termasuk perbaikan drainase,” kata dia.
“Tapi, yang namanya usulan kan belum tentu terealisasi, tapi kami usahakan untuk dianggarkan,” lanjut Marsusi.






