Adapun penambahan armada ini berkisar total lebih dari US$700 juta, dengan proses pengerjaan diselesaikan secara bertahap hingga tahun 2026.
Rinciannya adalah 5 tanker masing-masing berkapasitas 50 ribu ton untuk pengangkutan produk BBM, 5 tanker untuk pengangkutan minyak mentah, dan 5 tanker untuk pengangkutan produk petrokimia.
Peremajaan kapal ini, kata Yoki meneruskan, juga sejalan dengan regulasi internasional yang diatur oleh IMO (International Maritime Organization) terkait dengan standar keamanan dan keselamatan, dimana kapal tanker harus berkontruksi double hull atau berplat ganda. Sehingga jika terjadi risiko benturan pada kapal, kapal memiliki keamanan berlapis.
“Ini sebagai upaya pengembangan bisnis dan menangkap peluang baru di pasar. Beberapa kapal sejenis yang ditempatkan di Singapore telah berhasil terutilisasi untuk pasar pihak ketiga internasional,” ujar Yoki.
Baca juga: RUPSLB PT Elnusa Tbk Tahun 2024: Rombak Jajaran Komisaris dan Direksi
PIS memilih Hyundai Mipo Dockyard yang merupakan bagian dari HD Hyundai Group melalui beberapa aspek penilaian dan parameter, diantaranya adalah kemampuan shipyard untuk memenuhi kebutuhan market standar internasional.
PIS memilih shipbuilding partner melalui prosedur procurement yang berlaku di perusahaan. Pada dasarnya, PIS terbuka bagi shipyard manapun untuk menjadi mitra dalam pembangunan kapal.
Tentu ada persyaratan-persyaratan yang mutlak harus dapat dipenuhi oleh shipyard, termasuk di antaranya persyaratan teknis, kapasitas shipyard, kompetensi, dan kemampuan finansial,” pungkas Yoki.






