Popularitas Ustaz Abdul Somad dan Habib Rizieq Kalahkan Ketum PAN dan PPP Sebagai Cawapres

Popularitas Ustaz Abdul Somad dan Habib Rizieq Kalahkan Ketum PAN dan PPP Sebagai Cawapres
Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia, Djayadi Hanan. Foto: Tangkapan Layar YouTube LSI_Lembaga

KIRKA – Hasil survei nasional yang dilakukan oleh Lembaga Survei Indonesia (LSI) periode 13-21 Agustus 2022 menyebutkan popularitas Ustaz Abdul Somad dan Habib Rizieq kalahkan Ketum PAN dan PPP sebagai Cawapres jika Pemilu 2024 dilangsungkan hari ini.

LSI merilis hasil riset mereka pada Minggu, 4 September 2022,secara daring dan LIVE YouTube melalui kanal Lembaga Survei Indonesia LSI_Lembaga. Populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia yang yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.

Dari populasi itu dipilih secara random (multistage random sampling) 1220 responden. Margin of error dari ukuran sampel tersebut sebesar +/- 2.9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen (dengan asumsi simple random sampling).

Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih.  Quality control terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 20 persen dari total sampel oleh supervisor dengan kembali mendatangi responden terpilih (spotcheck). Dalam quality control tidak ditemukan kesalahan berarti.

Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hanan, dalam keterangan tertulisnya menyimpulkan hasil survei terkait Kondisi Umum dan Kinerja Presiden; Isu Ekonomi; Perpajakan; Pertanahan; Pilihan Partai DPR RI; dan Pilihan Presiden.

“Persepsi dan respon masyarakat terhadap berbagai masalah ekonomi dan politik penting dan menjadi salah satu kunci keberhasilan pelaksanaan berbagai program pemerintah. Persepsi dan dukungan politik masyarakat menjelang pemilu juga penting agar ada peta jalan yang dapat ditempuh lebih baik bagi para aktor yang terlibat,” ujar Djayadi Hanan dalam pengantarnya.

Tahapan pemilu sudah dimulai, lanjut dia, baik penyelenggara maupun calon peserta pemilu sudah mulai melakukan berbagai langkah politik untuk sedini mungkin mengonsolidasikan dukungan politik masyarakat, untuk pilpres maupun pileg.

Dengan menggunakan simulasi semi terbuka 18 daftar nama dan lambang partai, PDIP paling banyak dukungannya (26.6); Golkar (11.7); Gerindra (9.9); Demokrat (8.7); PKB (6.6); PKS (6); PPP (4.2), NasDem (4) persen; sementara partai lain lebih rendah dukungannya.

Pada Pilihan Presiden, LSI menggunakan Simulasi 19 Nama Semi Terbuka; Simulasi Tertutup 10 Nama; Simulasi Tertutup 7 Nama; dan Simulasi Tertutup 3 Nama.

Hal menarik adalah pada Simulasi Tertutup 31 Nama Calon Wakil Presiden. Dimana popularitas ustaz kondang Abdul Somad dan Habib Rizieq Shihab mampu bersaing dengan Ketum PAN Zulkifli Hasan dan Ketum PPP Suharso Monoarfa yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) bersama Golkar.

Berikut hasil survei nasional LSI yang dilakukan pada 13-21 Agustus 2022 untuk Pilihan Presiden:

SIMULASI 19 NAMA SEMI TERBUKA

Jika pemilihan presiden diadakan sekarang, siapa yang akan Ibu/Bapak pilih sebagai presiden di antara nama-nama berikut ini? (%)

Simulasi 19 nama semi terbuka dan boleh menyebutkan nama lainnya, Ganjar Pranowo paling tinggi (24.5); Prabowo Subianto (21.3); Anies Baswedan (19.3); dan Ridwan Kamil (10.4); nama lain jauh lebih rendah, belum menjawab (9.8).

SIMULASI TERTUTUP 10 NAMA

Jika pemilihan presiden diadakan sekarang, siapa yang akan Ibu/Bapak pilih sebagai presiden di antara nama-nama berikut ini? (%)

Simulasi 10 nama, Ganjar paling tinggi (24.9); Prabowo (22.9); Anies (20.1); dan Ridwan Kamil (10.9); nama lain lebih rendah, belum menjawab (8.6).

SIMULASI TERTUTUP 7 NAMA

Jika pemilihan presiden diadakan sekarang, siapa yang akan Ibu/Bapak pilih sebagai presiden di antara nama-nama berikut ini? (%)

Simulasi 7 nama, Ganjar paling tinggi (28.3); Prabowo (25.8); Anies (25.7); Agus Harimurti Yudhoyono (3.3); Erick Thohir (2.3); Puan Maharani (2.2); dan Airlangga Hartarto (1.7); Belum Menjawab (10.5).

SIMULASI TERTUTUP 3 NAMA 

Jika pemilihan presiden diadakan sekarang, siapa yang akan Ibu/Bapak pilih sebagai presiden di antara nama-nama berikut ini? (%)

Anies Baswedan (28.20); Ganjar Pranowo (31.7); Prabowo Subianto (30.1); Tidak Tahu/Tidak Jawab (10.0).

SIMULASI TERTUTUP 3 PASANGAN

Jika pemilihan presiden diadakan sekarang, siapa yang akan Ibu/Bapak pilih di antara pasangan nama berikut ini? (%)

Airlangga Hartarto–Ridwan Kamil (16.8); Ganjar Pranowo-Puan Maharani (28.2); Prabowo Subianto–Erick Thohir (37.8); TT/TJ (17.3).

SIMULASI TERTUTUP 3 PASANGAN

Jika pemilihan presiden diadakan sekarang, siapa yang akan Ibu/Bapak pilih di antara pasangan nama berikut ini? (%)

Airlangga Hartarto–Ridwan Kamil (14.9); Ganjar Pranowo-Sandiaga Salahuddin Uno (32.2); Prabowo Subianto–Erick Thohir (37.6); TT/TJ (15.2).

Kemudian pada simulasi tertutup calon wakil presiden yang dilakukan terhadap 31 tokoh nasional dan politik, popularitas Ustaz Abdul Somad dan Habib Rizieq kalahkan Ketum PAN dan PPP sebagai Cawapres jika Pemilu 2024 digelar hari ini.

SIMULASI TERTUTUP 31 NAMA CALON WAKIL PRESIDEN

Jika pemilihan presiden diadakan sekarang, siapa yang Ibu/Bapak anggap paling pantas sebagai calon Wakil Presiden di antara nama-nama berikut? (%)

Ridwan Kamil (16.6); Anies Baswedan (14.1); Sandiaga Salahuddin Uno (10.0); Ganjar Pranowo (8.5); Erick Thohir (8.1); Agus Harimurti Yudhoyono (4.7); Prabowo Subianto (4.4); Puan Maharani (2.5); Khofifah Indar Parawansa (1.5); Andika Perkasa (1.5); SusiPujiastuti (1.3); Airlangga Hartarto (1.2); Sri Mulyani Indrawati (1.1); KH Ma’ruf Amin (1.1).

Muhaimin Iskandar (1.1); Tri Rismaharini (1.1); M Mahfud MD (1.0); Gatot Nurmantyo (0.7); Ustaz Abdul Somad (0.7); Habib Rizieq Shihab (0,5); Surya Paloh (0.4); Ahmad Syaikhu (0.2); Hary Tanoesoedibjo (0.2); Bambang Soesatyo (0.2); Tito Karnavian (0.2); Moeldoko (0.1); Salim Segaf Al-Jufri(0.1); Budi Gunawan (0.1); La Nyalla Mattalitti (0.0); Suharso Monoarfa (0.0); Zulkifli Hasan (0.0); Lainnya (0.6); Tidak Tahu/Tidak Jawab (16.1).

Baca Juga: Koalisi Indonesia Bersatu Tidak Punya Figur Kompetitif di Pilpres 2024