KIRKA – Perhelatan Pilpres 2024 ujian Puan Maharani menggantikan Megawati Soekarnoputri dalam suksesi kepemimpinan PDI Perjuangan.
Sejak terpisah dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI) pada 15 Februari 1999 lalu, PDI Perjuangan dipimpin oleh Megawati Soekarnoputri hingga saat ini.
Sekretaris Jurusan Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Lampung, Darmawan Purba SIP MIP, menilai putri sulung Presiden Soekarno tersebut ingin melakukan regenerasi kepemimpinan lewat Pemilu 14 Februari 2024.
“Saya melihat ada keinginan beliau melakukan regenerasi kepemimpinan partai politik kepada Ibu Puan dalam momen Pilpres 2024 nanti,” kata dia saat ditemui di ruang kerjanya pada Kamis, 25 Agustus 2022.
Selama 23 tahun memimpin partai berlambang kepala banteng moncong putih, perjuangan Presiden RI kelima tersebut dalam menjaga dan membesarkan partai patut diapresiasi.
“Kita melihat perjuangan Bu Megawati dalam proses mengembangkan PDI Perjuangan luar biasa dan unik. Pengalaman partai politik lain jika terjadi konflik dan gesekan internal, buahnya partai baru. Seperti dinamika Partai Golkar yang melahirkan Partai Gerindra, Partai Demokrat, dan NasDem,” ujar dia.
Menurut Darmawan Purba, Puan Maharani harus bisa menjaga kesolidan PDI Perjuangan ketika menggantikan Megawati Soekarnoputri.
“Proses mengusung Ibu Puan di Pilpres 2024 adalah bagian dari uji kepemimpinan di internal partai. Apakah mampu Ibu Puan mensolidkan kader-kader PDI Perjuangan dari Sabang sampai Merauke?” Kata dia.
Bahwa PDI Perjuangan harus dipimpin oleh trah Bung Karno, lanjut Darmawan Purba, hal itu tidak menafikan Puan Maharani sebagai cucu sang Proklamator sekaligus putri dari Megawati Soekarnoputri.
“Dan kader-kader PDI Perjuangan secara psikologis dan ideologis tetap bertahan di partai karena kecintaan dan rasa hormat terhadap Bung Karno. Walaupun menurut saya, Bung Karno bukan hanya milik PDI Perjuangan,” ujar dia.
Darmawan Purba menegaskan lagi bahwa Pilpres 2024 ujian Puan Maharani menggantikan Megawati Soekarnoputri meskipun secara popularitas berada di bawah kader PDI Perjuangan lainnya seperti Ganjar Pranowo.
“Soal terpilih atau tidak, ini bagian dari proses suksesi kepemimpinan. Kalau mampu, itulah jalannya nanti, sembari melakukan penguatan struktur partai. Soal elektabilitas Puan Maharani, ini tantangan partai secara kelembagaan,” pungkas dia.
Baca Juga: PDIP Lampung Diminta Gotong Royong Jual Nama Puan Maharani






