Menu
Precision, Actual & Factual

Oknum Anggota DPRD Lampung Barat Fraksi PPP Layangkan Banding Usai Divonis Menggunakan Ijazah Palsu

  • Bagikan
Kirka.co
Tangkapan Layar SIPP PN Liwa Terkait Vonis Hakim Atas Perkara Pemalsuan Surat (Ijazah Palsu) Dengan Nama Terdakwa Sarjono (Oknum Anggota DPRD Lampung Barat Fraksi PPP). Foto Eka Putra

KIRKA.CO – Seorang oknum Anggota DPRD Kabupaten Lampung Barat melayangkan banding atas vonis hakim Pengadilan Negeri Liwa yang menyatakannya telah bersalah menggunakan Ijazah Paket C palsu, yang ia gunakan sebagai syarat dalam pencalonannya sebagai Anggota Legislatif pada 2019 lalu.

Majelis Hakim PN Liwa yang diketuai oleh Hakim Ketua Muhamad Iman, pada Jumat 18 Juni 2021 lalu telah membacakan putusannya terhadap Sarjono dalam klasifikasi perkara pemalsuan surat, dengan vonis hukuman penjara selama 8 bulan, serta pidana denda sebesar Rp10 juta dengan subsidair 1 bulan kurungan penjara.

Oknum Anggota DPRD Lampung Barat Fraksi Partai Persatuan Pembangunan tersebut, dinyatakan bersalah melanggar Pasal 69 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, sesuai dengan dakwaan Jaksa pada alternatif kedua.

Kirka.co
Atas putusan tersebut terdakwa Sarjono menyatakan banding, dan telah didaftarkan secara resmi permohonan bandingnya di Pengadilan Negeri Liwa pada Rabu 23 Juni 2021 kemarin, yang diwakili tim Penasihat Hukumnya. Foto Istimewa

Atas putusan tersebut terdakwa Sarjono menyatakan banding, dan telah didaftarkan secara resmi permohonan bandingnya di Pengadilan Negeri Liwa pada Rabu 23 Juni 2021 kemarin, yang diwakili tim Penasihat Hukumnya.

Diketahui dalam dakwaannya, ijazah palsu yang digunakan oleh Sarjono demi meraih kursi di DPRD tersebut, dibuat oleh seorang oknum Ketua Penyelenggara PKBM Insan Cendikia Pubian Kabupaten Lampung Tengah bernama Yuni Suwondo di 2017 lalu, dengan cara merubah identitas seorang peserta ujian nasional yang tidak hadir bernama Jupri menjadi identitas atas nama Sarjono.

Yang pada akhirnya sesuai dengan Berita Acara Pemeriksaan Laboratoris Kriminalistik pada Forensik Polri, dipastikan adanya pengubahan tulisan di ijazah milik Sarjono yang kemudian oleh petugas dicatat sebagai suatu ketidakwajaran.

  • Bagikan