Mencari Anggota Parpol di Bandar Lampung Bak di Hutan Belantara

Mencari Anggota Parpol di Bandar Lampung Bak di Hutan Belantara
Anggota KPU Bandar Lampung, Ika Kartika, menjelaskan kedatangan Tim Verifikasi kepada warga yang diverifikasi faktual di Kelurahan Sukamaju, Telukbetung Timur, Selasa (1/11). Foto: Josua Napitupulu

Sukandra memang gesit mencari warga yang akan diverifikasi. Bahkan warga yang sudah berpindah alamat domisili pun masih bisa ditemukannya.

“Mungkin KTP Elektroniknya lama tidak diperbaharui. Kadangkala KK-nya sudah domisili sini, tapi KTP-nya belum. Padahal kan KTP yang dientry (di Sipol),” kata dia.

Upaya pencarian alamat anggota parpol di Bandar Lampung memang tidak mudah. Terlebih di masa pergantian musim dari kemarau ke penghujan. Cuaca sulit diprediksi.

Verifikasi Faktual yang diawali pagi yang cerah, menjelang tengah hari, cuaca berubah menjadi hujan deras pada pukul 11.50 Wib.

Baca Juga: Lampung Siaga Bencana Hidrometeorologi di Masa Transisi 

Topografi Kota Bandar Lampung yang berbukit-bukit, pun cuaca yang tak menentu, dan alamat yang tidak jelas, menjadi tantangan bagi Tim Verifikasi.

Tak hanya kendala geografis dan cuaca, Tim Verifikasi juga tak jarang menjadi sasaran kekesalan warga saat diverifikasi faktual.

Sepasang suami istri di Kelurahan Sukamaju, Arifin (44) dan Zainab Safitri (33), mengaku bukan anggota parpol ketika didatangi Tim Verifikasi.

Dalam kesehariannya Arifin bertugas sebagai Linmas, sementara istrinya Zainab buruh lepas pengupas tangkil di depan rumahnya.

Mereka kaget dan kesal ketika diverifikasi faktual sebagai anggota parpol.

“Ini kena data. Giliran bantuan gak pernah kena data. Bantuan sekolah, PKH, gak pernah,” kata Arifin.

Walau kesal, keduanya bersedia menandatangani surat pernyataan bukan anggota partai.

Mencari anggota parpol di Bandar Lampung bak di hutan belantara, kalau ketemu hasilnya selalu di luar dugaan.

“Tapi semua harus kami lalui sesuai dengan apa yang menjadi kewajiban kami,” ujar Ika Kartika.

Respon yang warga yang tidak pernah disangka-sangka, harus disikapi dengan bijak.

“Sebagian warga mempertanyakan, ‘Kenapa nama kami ada di situ?’ Mereka marahnya kepada kami. Kami sampaikan bahwa ini bukan dari kami, tapi berdasarkan Sipol,” tutur Ika.

Kerja ikhlas alumni penyelenggara ad hoc patut diapresiasi dalam membantu Tim Verifikasi mencari alamat anggota parpol. 

“Kalau tidak dibantu perangkat, terus terang, kami nggak sanggup karena kami biasanya di kantor. Kita seperti mencari jarum (di tumpukan jerami),” kata Ika.

Para mantan badan ad hoc ini turut membantu Tim Verifikasi memberikan pemahaman kepada masyarakat.

Apalagi ketika anggota keluarga atau tetangga diminta kesediaannya sebagai saksi bahwa warga yang diverifikasi faktual benar bukan anggota partai.

“Ada juga sebagian warga yang takut sebagai saksi. Kami sampaikan bahwa ini bukan saksi untuk sidang, tapi untuk saksi bahwa anak ibu tidak ada di parpol sebagai formalitas,” ujar Ika.

Tahapan Verifikasi Faktual keanggotaan parpol akan berlangsung hingga 4 November 2022.

Partai politik seyogyanya hadir mendampingi Petugas Verifikator dan Tim Pengawas Verifikasi Faktual Kota Bandar Lampung.

“Kami terus menjalin komunikasi dengan Liaison Officer (LO) atau Penghubung partai karena kewajiban kami untuk melaporkan, tapi tidak ada tanggapan. Ya terserah lah,” pungkas Ika Kartika.

Baca Juga: Parpol di Bandar Lampung Diharapkan Kooperatif saat Diverifikasi Faktual