Kirka – Di tengah hiruk-pikuk persiapan buka puasa Ramadan, masyarakat Indonesia kerap disajikan berbagai pilihan takjil.
Namun, di balik maraknya godaan minuman kemasan yang tinggi gula, menu tradisional seperti timun suri dan kelapa muda justru menyimpan kekuatan nutrisi luar biasa untuk memulihkan tubuh setelah belasan jam berpuasa.
Pemerhati Pembangunan asal Lampung, Mahendra Utama, menyebutkan bahwa aneka takjil alami tersebut bukan sekadar tradisi pelengkap meja makan, melainkan benteng kesehatan yang sering diremehkan.
“Ketiganya bukan hanya penyegar tenggorokan, tapi mampu mengembalikan keseimbangan tubuh secara alami.
“Hal ini sangat penting untuk menghindari risiko lonjakan gula darah yang justru bikin tubuh lemas pasca-buka puasa,” ujar Mahendra Utama, yang juga menjabat sebagai Tenaga Pendamping Pembangunan Gubernur Lampung Bidang Perindustrian dan Perdagangan, Jumat, 20 Februari 2026.
Menurut mantan Komisaris PT Mitratani Dua Tujuh ini, secara teori nutrisi modern, timun suri, kelapa muda, dan jus buah memiliki peran masing-masing yang sangat efektif untuk rehidrasi tubuh.
Timun Suri
Mahendra menjelaskan, timun suri atau winter melon merupakan primadona takjil yang kaya manfaat karena mengandung sekitar 95 persen air, serta dilengkapi vitamin A, C, E, kalium, dan fosfor.
Kandungan air yang tinggi ini sangat krusial untuk mengganti 1-2 persen massa tubuh yang menguap selama puasa.
Merujuk pada pandangan ahli gizi Nazima Qureshi, Mahendra mengingatkan bahwa kesalahan utama saat Ramadan adalah kurangnya asupan cairan yang bisa berujung pada masalah pencernaan.
“Timun suri memiliki sifat pendingin yang ampuh mengatasi panas dalam. Selain itu, seratnya membantu menstabilkan gula darah.
“Di tengah maraknya es campur yang terlampau manis, timun suri adalah pilihan cerdas untuk buka puasa sehat yang juga ramah di kantong,” tegas pria yang juga menduduki posisi Komisaris Utama PT Deli Megapolitan Kawasan Bisnis ini.
Kelapa Muda
Selain timun suri, air kelapa muda juga menjadi rekomendasi utama.
Kelapa muda memiliki komposisi elektrolit yang menyerupai cairan tubuh manusia.
Kandungan kalium, natrium, dan magnesium di dalamnya mampu mengembalikan keseimbangan elektrolit tanpa memicu lonjakan gula darah.
“Daripada mengonsumsi minuman olahraga kemasan yang penuh gula buatan, kelapa muda adalah superhero lokal kita.
“Sangat mendukung kesehatan jantung dan ginjal, terutama di iklim tropis seperti Indonesia,” papar Mahendra.
Ia juga menyetujui trik dari pakar nutrisi Dr. Vera Singleton, yakni dengan menambahkan sedikit garam pada air kelapa untuk menyeimbangkan klorida, menjadikannya cairan rehidrasi yang sempurna.
Aneka Jus Buah
Untuk variasi, jus buah segar seperti jeruk, semangka, atau melon bisa menjadi pilihan karena memberikan energi cepat dari fruktosa alami.
Namun, Mahendra menggarisbawahi satu syarat penting: konsumsi dalam batas wajar dan hindari tambahan gula pasir berlebih.
“Jus buah adalah jembatan antara tradisi dan kesehatan modern. Setelah puasa, tubuh butuh glukosa stabil agar tidak mengalami shock insulin.
“Namun ingat, campurkan dengan air murni agar buka puasa tidak menjadi ajang gula overload,” pesannya.
Sebagai penutup, Mahendra menyarankan masyarakat untuk menerapkan pola minum 4-2-2 (4 gelas saat berbuka, 2 gelas di malam hari, dan 2 gelas saat sahur) demi memenuhi kebutuhan cairan 2 hingga 2,6 liter per hari.
“Dengan memprioritaskan takjil alami dibandingkan minuman manis kemasan, kita bisa merayakan Ramadan dengan tubuh yang jauh lebih prima.
“Mari kita terapkan tahun ini, karena kesehatan itu bukan sekadar tren, tapi kebiasaan,” pungkas Mahendra.






