Lampung-Kuala Lumpur Resmi Mengudara, Sambut Era Baru Konektivitas Internasional

Lampung-Kuala Lumpur Resmi Mengudara, Sambut Era Baru Konektivitas Internasional
Mahendra Utama, Pemerhati Pembangunan, memberikan pandangan strategisnya mengenai resmi mengudaranya rute penerbangan langsung Lampung-Kuala Lumpur. Foto: Arsip pribadi/Kirka/I

Kirka – Status Bandara Radin Inten II (TKG) kembali naik kelas.

Mulai 24 Agustus 2026 mendatang, rute penerbangan langsung menuju Kuala Lumpur, Malaysia, dijadwalkan beroperasi setiap hari.

Kebijakan pembukaan akses udara antar negara rupanya membawa imbas besar pada perputaran uang dan iklim usaha bagi daerah.

Pemerhati Pembangunan, Mahendra Utama, memproyeksikan beroperasinya jalur lintas negara memangkas banyak ongkos perjalanan yang selama belasan tahun membebani masyarakat.

Tingginya pergerakan warga menuju Negeri Jiran sebelumnya mengharuskan penumpang memutar lewat bandara di Jakarta.

“Dengan penduduk kita yang mencapai 9,5 juta jiwa dan ada sekitar 8.600 pekerja migran asal Lampung di Malaysia, potensi penghematan biaya perjalanan bisa menyentuh angka Rp16 miliar per tahun,” bedah Mahendra, Jumat, 14 Agustus 2026.

Bukan sekadar urusan menekan ongkos keberangkatan, Mahendra meyakini kedatangan pelancong asing secara otomatis memutar roda perekonomian lokal lewat efek domino wisata.

Berbagai sektor turunan dipastikan ikut bernapas panjang, mulai dari tingkat hunian kamar penginapan, gairah usaha kuliner, jasa angkutan darat, hingga serapan produk kerajinan karya pelaku UMKM.

Proyeksi Mahendra selaras dengan bidikan pemerintah provinsi.

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menyadari tingginya rasio penumpang asal daerahnya yang mendominasi kursi pesawat penerbangan Jakarta–Kuala Lumpur.

“Karena itu, kami mendorong penerbangan langsung agar lebih memudahkan masyarakat sekaligus mendukung sektor pariwisata Lampung,” ungkap Mirza.

Ia menaruh harapan besar konektivitas yang makin ringkas mampu mendatangkan lebih banyak wisatawan mancanegara untuk membelanjakan uangnya di ujung selatan Sumatera.

Gairah kembalinya rute luar negeri sebetulnya sudah ditandai sejak pelepasan armada perdana oleh Wakil Gubernur Jihan Nurlela pada 12 Februari silam.

Baginya, akses menuju ibu kota Malaysia merupakan pondasi awal bagi kemajuan bandara kebanggaan warga Bumi Ruwa Jurai.

“Langkah strategis awal akan menjadi stimulus bagi pengembangan rute internasional lainnya,” papar Jihan.

Tugas berat menanti pasca peresmian agar jadwal keberangkatan harian tidak sampai terbang kosong atau tutup di tengah jalan.

Ketua DPD ASITA Lampung, Ahmad Al-Akhran, mewanti-wanti seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga tingkat keterisian kursi pesawat.

“Kita ingin jalur penerbangan terus hidup dan berkelanjutan, jangan hanya ramai di awal, sudah terbang kemudian hilang. Ke depan permintaannya harus terus ada,” pesannya.

Peluang emas sudah terbuka lebar di depan mata.

Kini, ujian sebenarnya berada pada kesiapan seluruh elemen daerah memoles wajah infrastruktur, layanan, serta atraksi budaya agar Lampung benar-benar layak menjadi tuan rumah bagi publik global.