Kurang Tiga Kabupaten untuk Syarat Resmi, Korfball Tetap Jajal Panggung Eksibisi Porprov Lampung

Kurang Tiga Kabupaten untuk Syarat Resmi, Korfball Tetap Jajal Panggung Eksibisi Porprov Lampung
Technical Delegate Korfball Lampung Mulyadi (kanan) bersama perwakilan kontingen Lampung Utara Ferdiansa memberikan keterangan di sela laga eksibisi Korfball Porprov X Lampung di kompleks Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung. Foto: KONI/Kirka/Iz

Kirka – Cabang olahraga korfball tetap dipertandingkan melalui nomor eksibisi pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) X Lampung di kompleks Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Sabtu, 7 November 2026.

Status eksibisi diberlakukan karena jumlah peserta baru mencapai lima daerah, atau kurang tiga kabupaten/kota dari syarat minimal pertandingan resmi Porprov.

Technical Delegate (TD) Korfball Lampung, Mulyadi, mengatakan tim korfball Lampung sebenarnya sudah pernah berlaga pada ajang PON di Aceh.

Namun, belum terpenuhinya kuota minimal delapan kabupaten/kota membuat korfball belum bisa memperebutkan medali resmi pada Porprov ke-10.

“Tadinya kami berharap masuk bukan eksibisi lagi karena waktu PON di Aceh kemarin kami sudah turun.

“Nyatanya belum ada delapan kabupaten untuk persyaratan peserta Porprov, jadi kami turun di eksibisi.

“Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada KONI karena dari delapan cabor yang diusulkan untuk eksibisi, korfball salah satunya,” ujar Mulyadi.

Sebelum pertandingan bergulir, panitia mengundang enam kabupaten/kota untuk berlaga di Bandar Lampung.

Akan tetapi, kontingen Tulang Bawang batal memberangkatkan tim akibat keterbatasan pendanaan.

Absennya Tulang Bawang membuat laga eksibisi diikuti lima kontingen, meliputi Bandar Lampung, Lampung Utara, Pesawaran, Lampung Selatan, serta satu kabupaten lain dari wilayah utara Lampung.

Walaupun belum berstatus cabang olahraga resmi, Mulyadi memastikan kompetisi tetap menjadi ajang seleksi atlet guna menghadapi Babak Kualifikasi (BK) PON tahun depan.

Selain memantau bakat pemain, kejuaraan digelar untuk memasyarakatkan olahraga perpaduan basket dan bola tangan ke berbagai daerah.

“Di samping untuk seleksi atlet persiapan BK PON tahun depan, paling utama adalah pemasalan.

“Korfball merupakan olahraga baru, sehingga tanpa pemasalan dan terus mengadakan turnamen tentu sulit menggaung di Lampung,” kata Mulyadi.

Langkah pemasalan korfball mulai membuahkan hasil di daerah, salah satunya di Lampung Utara.

Perwakilan kontingen Korfball Lampung Utara, Ferdiansa, menyebut minat pelajar terhadap korfball sangat tinggi sejak masuk ke kegiatan ekstrakurikuler tingkat SMP dan SMA.

Tak hanya membina pelajar dari bangku sekolah, pengurus Korfball Lampung Utara turut merangkul atlet cabang olahraga lain yang belum terpilih masuk ke skuad utama daerahnya.

Penjaringan lintas cabang membuka wadah baru bagi atlet muda untuk tetap berkompetisi sekaligus menambah ketersediaan pemain korfball di daerah.

“Banyak atlet di cabor lain yang belum terpilih bisa kami jaring untuk mengekspresikan olahraganya di korfball.

“Harapannya korfball di Lampung bisa lebih berkembang lagi dan masuk ke ajang Porprov pada tahun berikutnya,” tutur Ferdiansa.