Menu
Precision, Actual & Factual

Kronologi Pengiriman Surat Panggilan Versi KPK ke Nunik & Lee Purwati yang Mangkir Tanpa Keterangan

  • Bagikan
Taufiq Ibnugroho diserbu pewarta di PN Tipikor Tanjungkarang untuk memberikan penjelasan terkait persidangan usai Ketua DPRD Lampung Selatan Hendry Rosyadi dan Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto dihadirkan ke hadapan majelis hakim. Foto: Ricardo Hutabarat

KIRKA.CO – Tak sedikit pihak memprediksi proses pemeriksaan 5 orang saksi dengan metode konfrontir dalam persidangan perkara korupsi Bupati Lampung Tengah periode 2016-2021 Mustafa pada Kamis, 27 Mei 2021 tak berjalan dengan baik.

Mereka yang akan dikonfrontir itu adalah, Vice President PT SGC Lee Purwati Couhault; Bupati Lampung Timur periode 2026-2021 yang juga menjabat sebagai Wagub Lampung hari ini yakni Chusnunia Chalim; Midi Iswanto; Khaidir Bujung dan Slamet Anwar.

Wagub Lampung dan Lee Purwati tak hadir tanpa menerakan keterangan.

Sebelumnya, KPK mengklaim telah melaksanakan proses pengiriman surat panggilan kepada 5 orang tadi.

Mereka memang harus dipanggil KPK karena majelis hakim telah mengeluarkan surat penetapan atas permohonan dari pengacara Mustafa.

Sebelum menyatakan ketidakhadiran 2 orang itu, JPU KPK sebagai pelaksana dari perintah hakim tersebut menyertakan dokumen sembari memberikan penjelasan tentang bagaimana KPK telah melaksanakan penetapan hakim.

Beranjak dari penyampaian JPU KPK tersebut, KIRKA.CO menanyakan kronologi tentang pengiriman surat panggilan kepada 5 orang tadi.

Menurut JPU KPK Taufiq Ibnugroho, mereka sebagai penuntut umum memang telah melakoni perintah hakim itu sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Jadi pada minggu yang lalu hari Kamis, 20 Mei 2021. Kan dalam persidangan, majelis hakim mengeluarkan penetapan hakim untuk menghadirkan 5 orang saksi.

Setelahnya itu, kami melaporkan kepada Pimpinan. Karena ada dasar dari penetapan, maka pada hari itu juga hari Kamis tanggal 20 Mei, kami langsung mengirimkan surat panggilan kepada pihak-pihak yang memang dipanggil.

5 orang ya, Midi Iswanto, Khaidir Bujung, Chusnunia, Slamet Anwar dan juga Purwati Lee.

Kita secara resmi, dan sah dan secara patut sudah mengirimkan surat panggilan tersebut. Dan terhadap panggilan tersebut memang kita cek, sudah sampai kepada para pihak,” jelas Taufiq Ibnugroho.

Taufiq Ibnugroho juga memberikan penjelasan tentang kapan sebenarnya surat panggilan kepada Lee Purwati diketahui KPK telah sampai dan diterima?

“Kalau untuk Bu Purwati Lee, itu kita kirimkan ke kantor pusat di Jakarta dan di Lampung, sudah diterima.

Kalau di kantor pusat dengan David, dan di Lampung dengan Elsa tanggal 24 Mei,” ucapnya.

“Kemudian kalau untuk saksi Khaidir Bujung diterima langsung yang bersangkutan. Saksi Midi diterima oleh Endang. Kemudian Anwar dan Chusnunia dalam posisi terkirim.

Jadi, kami sebagai penuntut umum telah melaksanakan penetapan hakim untuk menghadirkan saksi-saksi yang disebutkan. Dan kami sudah melaksanakannya,” timpal Taufiq.

Ke mana saja KPK mengirimkan surat panggilan tersebut bila kemudian Wagub Lampung sudah disurati?

“Untuk Wagub, kita kirimkan sesuai dengan alamat di dalam BAP,” jawab Taufiq Ibnugroho.

Taufiq setelahnya memberikan penjelasan singkat bagaimana KPK memastikan bahwa surat panggilan tersebut telah sampai kepada para pihak.

“Jadi surat kita cek, kan ada pengirimannya, kemudian kita cek nomornya. Dan nomor itu sudah diberitahukan, bahwa surat sudah terkirim dan sudah diterima oleh atas nama yang sudah saya sebutkan tadi. Seperti itu posisi kami mengecek surat,” tegasnya.

Menurutnya, ia selaku penuntut umum yang merupakan perwakilan KPK dalam forum persidangan korupsi Mustafa telah melaksanakan perintah hakim secara maksimal.

Baginya, anggapan itu wajar saja ia sampaikan ke publik. Keterangan tentang upaya maksimal tersebut, ia sandingkan dengan analogi bahwa: dari 5 orang yang dipanggil, 3 orang berhasil hadir.

“Tentu kami sudah maksimal, karena dari 5 saksi, 3 saksi hadir dalam persidangan hari ini. Berarti panggilan sudah kami sampaikan dan sampai. 2 saksi memang tidak hadir Bu Chusnunia dan Bu Purwati sampai dengan hari ini tidak ada keterangan,” pungkas Taufiq Ibnugroho.

Kendati demikian, agenda persidangan dalam perkara Mustafa dialihkan. Majelis hakim berpendapat bahwa agenda yang akan dihelat adalah, pemeriksaan Mustafa.

Atas hal itu, pengacara Mustafa memakluminya. Karena, Chusnunia Chalim sebagai kunci dari pelaksanaan pemeriksaan saksi secara konfrontir dinyatakan mangkir.

Bagi pengacara Mustafa, Chusnunia Chalim adalah energi utama dari agenda sidang yang ia mohonkan dan ditetapkan oleh majelis hakim.

  • Bagikan