Menu
Precision, Actual & Factual

Ketua LSM Indonesia Crisis Center Djoko Sudibyo Didakwa Gelapkan Setoran Pajak Rp17 Miliar

  • Bagikan
Kirka.co
Suasana Persidangan Perkara Tipu Gelap, Terkait Setoran Pajak Rp.17 Miliar, Atas Nama Terdakwa Djoko Sudibyo. Foto Eka Putra

KIRKA.CODjoko Sudibyo, seorang yang tercatat sebagai Ketua Indonesia Crisis Center, harus didudukan di hadapan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjungkarang sebagai terdakwa perkara tipu gelap, ia didakwa telah menerima setoran pajak dari PT SUSU sebesar Rp17 miliar yang tak disetor ke negara dan ia nikmati sendiri.

Dalam dakwaannya, peristiwa bermula ketika di 2011 lalu Direktur PT Sumber Urip Sejati Utama bernama Sugiarto Hadi mendapat surat dari Penyidik Pajak Pusat Jakarta, dimana surat yang diterimanya terkait penunggakan pajak sejak 2009 hingga 2011, yang besaran tunggakan pajaknya mencapai Rp34 miliar.

Saat itulah Sugiarto Hadi segera menghubungi terdakwa Djoko Sudibyo yang merupakan rekan bisnis pupuk PT Sumber Urip Sejati Utama (SUSU), untuk memintanya bantuan guna mengurus permasalahan tunggakan pajak puluhan miliar tersebut di Pusat.

Dua hari berselang keduanya pun bertemu di sebuah hotel wilayah Jakarta, dan dari tempat itu keduanya beserta dengan seorang rekan terdakwa bernama Benny Hutagalung bergegas menuju Kantor Pajak Pusat untuk menemui Direktur Pemeriksaan Direktorat Jenderal Pajak.

Lantaran Benny Hutagalung mengenal sang Direktur Pemeriksaan Direktorat Jenderal Pajak, maka dialah yang akhirnya bernegosiasi mengurus persoalan tunggakan pajak tersebut bersama dengan terdakwa, tanpa adanya Sugiarto Hadi di ruangan Direktur Pemeriksaan.

Lima belas menit berselang, Benny dan terdakwa pun keluar dan menemui Sugiarto Hadi dengan memberi kabar bahwa tunggakan pajak PT SUSU dapat dibayar Rp17 miliar saja, dari besaran tunggakan yang sebelumnya mencapai Rp34 miliar, yang pada akhirnya dapat dibayarkan dengan cara mencicil.

Sugiarto Hadi pun mencicil tunggakan tersebut hingga 20 kali, sejak Desember 2011 hingga November 2012 dengan cara mentransfernya ke rekening terdakwa dan milik sopir pribadinya, dengan total transferan mencapai Rp10,5 miliar dalam mata uang Rupiah dan Dolar Singapura.

Namun di tahun 2016, PT SUSU mendapatkan kembali surat terkait tunggakan pajak dari Penyidik Pegawai Negeri Sipil Kantor Wilayah Dirjen Pajak Bengkulu Lampung, sejak 2009 hingga 2011 dengan besaran yang sama dengan tunggakan sebelumnya dan saat itu Sugiarto Hadi pun ditetapkan sebagai tersangka kasus perpajakan.

Usai ia mendapatkan vonis penjara di tahun 2017, ketika di dalam sel tahanan Sugiarto Hadi pun akhirnya menguasakan kepada ibundanya untuk melaporkan perbuatan tipu gelap yang telah dilakukan oleh terdakwa Djoko Sudibyo terhadapnya ke pihak Polda Lampung.

  • Bagikan