KIRKA – FKIP UNILA gelar the 4th ICOPE 2022, yang kali ini dilaksanakan di Hotel Bukit Randu Bandar Lampung, pada Sabtu pagi 15 Oktober 2022.
Baca Juga: Mohammad Sofwan Effendi Targetkan PTN BH Unila di Awal 2023
Gelaran seminar bertaraf internasional tersebut, merupakan agenda tahunan dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung, dan di 2022 ini kegiatan diadakan dengan bertemakan ‘Fostering Synergy and Innovation in Digital Learning Environments’.
Pelaksanaan The 4th Internasional Conference on Progressive Education di tahun ini, berlangsung secara hybrid, online bagi para peserta dan offline bagi para tamu dan panitia.
Wakil Gubernur provinsi Lampung, Chusnunia Chalim yang turut hadir dalam acara ini, mendapat mandat sebagai pembuka gelaran seminar. Yang mana dalam sambutannya ia turut berucap dukungannya terhadap kegiatan ICOPE.
“Optimalisasi teknologi dalam pendidikan menjadi bagian penting untuk pengembangan Provinsi Lampung, untuk Lampung berjaya,” ucapnya.
Baca Juga: Kemenpora dan Unila Bangun Mindset Wirausaha di Kalangan Mahasiswa
Di pelaksanaannya kali ini, turut hadir pula beberapa petinggi Universitas Lampung, diantaranya Ketua Senat, Ketua LPPM UNILA, Dekan FKIP, serta via zoom meeting Plt. Rektor Unila.
Sementara terhadap pesertanya sendiri, sebanyak 303 orang dari berbagai belahan dunia ikut andil dalam seminar kali ini, diantaranya beberapa peserta dari Indonesia, Australia, China, India dan Malaysia.
“Kami menyambut baik atas terselenggaranya seminar internasional ICOPE ini. Kami mengucapkan terimakasih dan memberikan penghargaan kepada semua pihak yang telah sukses menyelenggarakan kegiatan seminar ICOPE dengan baik,” tutur Plt Rektor UNILA, Dr. Mohammad Sofwan Effendi, M.Ed., melalui zoom.
Pada seminar internasional kali ini, sebanyak empat orang didapuk sebagai pembicaraan, diantaranya Prof. Dr. Flora, M.Pd., yang mewakili Universitas Lampung. Dengan kajian providing input learning english through interqction inforeign language setting.
Baca Juga: Sugeng Harianto Berharap Plt Rektor Unila Rangkul Civitas Akademika
Ke dua yakni Prof. Peter Charles, mewakili Murdoch University, Australia. Dengan kajiannya yaitu transformative STEAM educational for promoting sustainable development.
Pembicara ke tiga adalah Prof. Dr. Mohd Hanafi, mewakili University Kebangsaan Malaysia, Universal. Dengan kajian yaotu design to create better assessment. Serta selaku pembicara ke empat adalah Dr. Letcmmi Devi Ponnusami, mewakili Nanyang Technological University, Singapore. Dengan kajian yakni defferentation and today’s diverse classroom.
“Seminar ini adalah seminar lanjutan dari tahun sebelumnya. Banyak peserta yang mendaftar meliputi, guru, dosen, peneliti, akademisi, praktisi dari lima negara tersebut di atas. Kami berharap kegiatan ini berjalan dengan baik dan memberikan dampak serta kontribusi pada dunia pendidikan, khususnya di Kota Bandar Lampung,” pungkas ketua panitia, Ana Mentari.






