KIRKA – Desa antikorupsi di Pesawaran raih peringkat 7 dari KPK berdasarkan hasil penilaian yang dikemukakan di Desa Banyubiru, Kabupaten Semarang pada 29 November 2022.
Adapun desa antikorupsi di Pesawaran itu ialah Desa Hanura yang berlokasi di Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran.
Peringkat 7 yang disematkan kepada Desa Hanura itu diungkapkan dalam kegiatan peluncuran Program Desa Antikorupsi Tahun 2022 dengan tema ‘Berawal dari Desa, Kita Wujudkan Indonesia Bebas dari Korupsi’.
Baca juga: Empat Desa di Pesawaran Diobservasi KPK
Kegiatan peluncuran salah satu program KPK ini dihadiri oleh Ketua KPK, Firli Bahuri bersama dengan Menteri Desa PDTT Abdul Halim Iskandar dan Deputi Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK, Wawan Wardiana.
Berdasar pada keterangan tertulis yang disampaikan Plt Juru Bicara Bidang Pencegahan KPK, Ipi Maryati Kuding pada 29 November 2022, Desa antikorupsi di Pesawaran raih peringkat 7 dari KPK.
Berikut adalah daftar peringkat desa yang dinilai KPK –dimana desa-desa itu sebelumnya dipilih sebagai percontohan desa antikorupsi.
Baca juga: KPK Adakan Bimtek Program Desa Antikorupsi di Desa Hanura Pesawaran
1. Desa Banyubiru menjadi desa yang meraih skor tertinggi dalam pembentukan desa antikorupsi tahun 2022 dengan nilai sebesar 96,75.
2. Disusul Desa Cibiru Wetan, Kabupaten Bandung dengan nilai sebesar 96,16.
3. Desa Kumbang, Kabupaten Lombok dengan nilai 95.
4. Desa Sukojati, Banyuwangi dengan nilai 93,25.
5. Desa Kamang Hilia, Kabupaten Agam dengan nilai 93,25.
6. Desa Kutuh, Kabupaten Badung dengan nilai 93,21.
7. Desa Hanura, Kabupaten Pesawaran dengan nilai 92,75.
8. Desa Pakatto, Kabupaten Gowa dengan nilai 92,75.
9. Desa Mungguk, Kabupaten Sekadau dengan nilai 91,39.
Baca juga: KPK Tetapkan Hanura Jadi Calon Destinasi Desa Antikorupsi
Dalam kata sambutan yang disampaikan Firli Bahuri, ia mengatakan bahwa pemberantasan korupsi harus dilakukan secara bersama-sama.
Ia lantas mengutip pernyataan Bung Hatta yang dia kaitkan dengan upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.
“Potensi desa sangat strategis, begitu strategisnya peran kepala desa dan aparatur desa, saya teringat semangat Bung Hatta yang menyebut, Indonesia tidak akan bercahaya dengan obor besar di Jakarta, tetapi akan bercahaya dengan lilin-lilin kecil dari desa,” kata Firli Bahuri.






