Kirka – Pesona Pantai Minang Rua di Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni, kian memikat perhatian pelancong.
Guna mendongkrak daya tarik destinasi bahari tersebut, Pemerhati Pembangunan Mahendra Utama memberikan sejumlah masukan kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.
Setelah meninjau langsung kondisi lapangan, Mahendra menilai akses jalan lingkungan berbeton menuju lokasi sudah dibangun dengan sangat baik.
Meski begitu, eksponen 98 tersebut menyoroti minimnya fasilitas lampu penerangan di sepanjang jalur masuk.
“Secara teori pariwisata, rasa aman dan nyaman di perjalanan merupakan magnet utama wisatawan.
“Merujuk pandangan ahli Yoeti pada 1996, penerangan jalan yang layak akan membuat pengunjung merasa tenang, sekaligus memperpanjang durasi pelesiran mereka,” terang Mahendra, Senin, 13 April 2026.
Tanpa adanya pencahayaan memadai, ia khawatir kawasan wisata bahari tersebut berisiko kehilangan potensi kunjungan pada malam hari.
Selain persoalan infrastruktur fisik, faktor pengelolaan sumber daya manusia turut menjadi sorotan utamanya.
Keramahan warga sekitar diakui sebagai modal besar, asalkan dikembangkan melalui skema pariwisata berbasis masyarakat atau community based tourism (CBT).
Pola pendekatan tersebut menempatkan penduduk lokal sebagai motor penggerak kawasan, mulai dari urusan menjaga kebersihan dari tumpukan sampah hingga merawat ketertiban.
“Penduduk sekitar harus dirangkul sebagai mitra sejajar, bukan sebatas penonton di kampung sendiri.
“Sesuai konsep Murphy pada 1985, libatkan warga sepenuhnya agar manfaat perputaran uang dari sektor wisata bisa langsung dirasakan oleh desa,” tegasnya.
Di luar sejumlah catatan perbaikan, Mahendra tetap mengapresiasi kinerja pemerintah.
Langkah Bupati Radityo Egi Pratama membenahi infrastruktur jalan menuju pusat-pusat liburan patut mendapat acungan jempol.
Apresiasi serupa turut ditujukan kepada Gubernur Lampung yang telah menggandeng Komisi VI DPR RI serta PT Telkom guna mengikis area tanpa sinyal seluler (blank spot) di kawasan pelesiran.
“Status Desa Sadar Wisata merupakan pijakan awal yang kokoh.
“Apabila pemerintah daerah mempercepat pengadaan lampu penerangan dan konsisten memberdayakan warga setempat, pelancong dipastikan semakin betah menghabiskan waktu di Minang Rua,” tutupnya.






