Kirka – Peta perekonomian Provinsi Lampung perlahan berubah bentuk.
Memasuki kuartal pertama tahun 2026, wilayah di ujung selatan Pulau Sumatera ini bersiap menanggalkan status lamanya yang sekadar menjadi tempat singgah.
Badan Pusat Statistik (BPS) meramal pertumbuhan ekonomi daerah setempat bertengger pada rentang 5,0 persen sampai 5,5 persen sepanjang triwulan pertama 2026.
Capaian tersebut meneruskan rapor hijau tahun sebelumnya yang sempat merajai wilayah Sumatera dengan laju 5,47 persen.
Pemerhati Pembangunan, Mahendra Utama, menyebut lompatan angka-angka pertumbuhan bersumber dari perpaduan mulus antara program pemerintah pusat dan kebijakan lokal.
“Kita melihat pergerakan nyata lewat program Makan Bergizi Gratis (MBG), suntikan dana pinjaman daerah sebesar Rp1 triliun untuk merapikan jalan, sampai pembangunan fisik berskala besar di Taman Nasional Way Kambas (TNWK),” ungkap Mahendra, Sabtu, 11 April 2026.
Jebakan Harga
Sektor pertanian masih menjadi motor utama penggerak roda ekonomi dengan target kontribusi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai Rp525,85 triliun.
Namun, petani tidak lagi dibiarkan berjuang sendirian melawan anjloknya harga saat musim panen tiba.
Lewat penyaluran Pupuk Organik Cair (POC) Mandiri serta pendistribusian 82 unit mesin pengering (bed dryer) dalam program Desaku Maju, masalah klasik gabah dan jagung basah perlahan teratasi.
“Petani kita kerap merugi karena terpaksa menjual hasil panen dalam keadaan basah ke tengkulak.
“Adanya mesin pengering membuat kualitas panen memenuhi standar pabrik, sehingga harga jual otomatis terkatrol,” urai Mahendra.
Langkah modernisasi alat tani terbukti mujarab mendorong sektor industri pengolahan, yang sempat mencatat pertumbuhan luar biasa sebesar 9,37 persen pada tahun lalu, menjadi mesin penggerak ekonomi yang baru.
Tembok Pelindung Way Kambas
Sudut pandang menarik dilontarkan Mahendra terkait proyek pembuatan pagar pembatas sejauh 138 kilometer di sepanjang kawasan Way Kambas.
Proyek senilai Rp839 miliar dari instruksi Presiden Prabowo tersebut rupanya berdampak langsung pada stabilitas dompet masyarakat sekitar.
Benteng pelindung satwa itu menekan risiko kerugian petani akibat amukan gajah liar yang telah menjadi teror selama 43 tahun berturut-turut.
“Bagi warga Lampung Timur, pagar pembatas berfungsi sebagai tameng harta benda.
“Ketika sawah aman dari injakan gajah, petani pasti panen. Kepastian panen berarti pemasukan keluarga terjamin,” jelasnya.
Stabilitas pendapatan warga desa berdampak luas pada terjaganya daya beli masyarakat secara keseluruhan, yang tahun sebelumnya tumbuh kokoh di level 4,86 persen.
Membangun Kekuatan
Perombakan struktur ekonomi juga bergeliat dari kawasan perdesaan.
Akselerasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) berdampingan dengan program Kelas Migran Vokasi 2026 sukses mencetak ratusan tenaga terampil berstandar nasional (BNSP).
Mereka kini menduduki posisi manajerial pada 31 desa percontohan.
Mahendra berpandangan, kemajuan sebuah daerah harus bertumpu pada penguatan sumber daya manusia di tingkat akar rumput.
Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) mengambil peran sebagai pengumpul modal warga, sementara BUMDes tampil menjadi operator bisnis andal di lapangan.
Wajah Baru 2026
Berbekal pembenahan menyeluruh dari hulu hingga hilir, Mahendra memproyeksikan tiga perubahan besar yang akan mewarnai wajah perekonomian Lampung sepanjang 2026:
- Kesejahteraan Meningkat: Angka PDRB per kapita masyarakat diprediksi merangkak naik secara signifikan, meninggalkan catatan Rp48,19 juta yang diraih pada 2024 lalu.
- Distribusi Hasil Bumi Lancar: Perbaikan infrastruktur secara masif menggunakan material beton (rigid pavement) akan memangkas biaya dan waktu pengiriman komoditas antar kabupaten.
- Ibukota Industri Baru: Kelebihan target investasi sebesar 120 persen pada 2025 diperkirakan berlanjut deras, menyasar pembangunan pabrik pengolahan kimia dan farmasi.
“Lampung sedang berlari menjadi pusat agribisnis terpadu.
“Bila tren positif terus dijaga, daerah kita sanggup melesat meninggalkan rata-rata pertumbuhan nasional,” tutup Mahendra.






