Kirka – Gelaran Jambore Nasional (Jamnas) XIV Perhimpunan Penggemar American Jeep Indonesia (PPAJI) 2026 di Kabupaten Lampung Selatan menjadi motor penggerak baru bagi perputaran uang daerah sekaligus kebangkitan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pemerhati Pembangunan, Mahendra Utama mengatakan kedatangan 850 peserta bersama 360 unit kendaraan American Jeep ke Lampung Selatan membawa dampak berlapis bagi sektor pariwisata.
Ratusan pecinta otomotif yang melintasi berbagai titik destinasi otomatis membuka ruang transaksi langsung di tengah masyarakat.
“Kehadiran 850 peserta dan 360 unit American Jeep di Lampung Selatan bukan sekadar konvoi biasa, melainkan instrumen kebangkitan pariwisata dan penggerak ekonomi rakyat apabila dikelola dengan baik,” kata Mahendra Utama dalam keterangannya, Minggu, 18 Oktober 2026.
Mahendra turut menggarisbawahi pernyataan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, yang menyebut iring-iringan ratusan kendaraan tangguh dari berbagai provinsi sebagai etalase wisata bergerak.
Saat melintasi jalur kegiatan, para peserta menyaksikan langsung bentang alam daerah setempat.
“Bukan sekadar perjalanan konvoi kendaraan. Lebih dari sekadar tontonan, perjalanan peserta merupakan etalase wisata yang memperlihatkan keindahan dan kekayaan potensi Kabupaten Lampung Selatan,” ujar Supriyanto sebagaimana dikutip Mahendra.
Lebih lanjut, Mahendra memaparkan bukti nyata kuatnya daya ungkit acara komunitas otomotif terhadap kas daerah dan pendapatan warga lokal.
Sebagai gambaran, penyelenggaraan Bogor Overland Series 3 pada 2025 lalu yang memakan biaya Rp1 miliar sanggup menghasilkan perputaran uang antara Rp4 miliar hingga Rp6 miliar hanya dalam kurun waktu dua hari.
Catatan lebih besar bahkan terlihat pada perhelatan Hiu Selatan International Hard Enduro 2025 di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.
Ajang otomotif di Kendal membukukan perputaran uang mencapai Rp14,8 miliar per hari dengan efek pengganda (multiplier output) menembus angka Rp22 miliar.
Merujuk kajian Direktur Eksekutif Shakra Strategic Initiative, Nafi Al-Fajri, Mahendra menerangkan betapa tingginya rasio keuntungan dari penyelenggaraan agenda otomotif bagi wilayah penyelenggara.
“Setiap Rupiah yang dikeluarkan menghasilkan lebih dari Rp220 dampak ekonomi,” ucap Nafi Al-Fajri dalam data yang dipaparkan Mahendra.
Kuatnya kontribusi kegiatan komunitas juga sejalan dengan catatan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) sepanjang 2025.
Dari 217 agenda yang mendapat dukungan pemerintah pusat, tercipta perputaran uang sebesar Rp23,76 triliun dengan melibatkan 12,2 juta pengunjung serta menghidupkan 20.800 pelaku UMKM.
Menurut Mahendra, besarnya perputaran uang dapat dijelaskan melalui teori Multiplier Effect atau efek pengganda ekonomi.
Pengeluaran peserta selama acara berlangsung tidak berhenti pada satu tangan saja.
“Belanja para peserta untuk kebutuhan akomodasi, kuliner, dan logistik akan berputar berkali-kali di dalam ekonomi lokal.
“Siklus transaksi berantai itulah yang membuat dampaknya sangat terukur bagi masyarakat,” jelas Mahendra.
Bagi Kabupaten Lampung Selatan, kehadiran agenda berskala nasional menjadi jawaban tepat atas pendeknya durasi kunjungan pelancong.
Sepanjang 2025, Lampung Selatan sukses membukukan 1,6 juta kunjungan wisatawan, tetapi rata-rata lama tinggal pengunjung baru menyentuh waktu tiga jam.
“Melalui acara komunitas yang digelar beberapa hari, lama tinggal wisatawan otomatis bertambah panjang.
“Pelaku UMKM kuliner, perajin cendera mata, hingga penyedia jasa transportasi lokal mendapatkan peluang rezeki secara langsung,” tuturnya.
Selain mendongkrak transaksi tunai di lapangan, Mahendra menambahkan bahwa dokumentasi foto maupun video peserta yang tersebar luas di media sosial akan menjadi sarana promosi organik yang berkelanjutan bagi pariwisata Lampung Selatan.






