Chamad Hojin Ungkap Strategi Mengalihkan Pemilih Sandi ke PPP

Chamad Hojin Ungkap Strategi Mengalihkan Pemilih Sandi ke PPP
Direktur Puspoll Indonesia Chamad Hojin. Foto: Istimewa

KIRKA – Direktur Program Puspoll Indonesia Chamad Hojin ungkap strategi mengalihkan pemilih Sandi ke PPP (Partai Persatuan Pembangunan).

Sandiaga Salahuddin Uno yang sebelumnya Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra resmi pindah ke PPP pada 14 Juni 2023 lalu.

Kemudian, pada Rapimnas VI PPP Tahun 2023, 16-17 Juni, di Hotel The Sultan Jakarta, Sandi didaulat sebagai Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Nasional untuk 2024 dan digadang-gadang sebagai bakal calon wakil presiden mendampingi Ganjar Pranowo.

Baca Juga: Sandiaga Uno Ditugaskan sebagai Ketua Bappilu PPP

Sementara pada Pemilu 2019 lalu, Sandi berpasangan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Direktur Program Puspoll Indonesia Chamad Hojin menilai langkah cepat dan strategis PPP yang mengusung Sandi menjadi tantangan baru bagi partai berlambang Ka’bah tersebut.

“Tantangan bagi PPP yakni mengkonversikan elektabilitas Sandi menjadi suara dan kursi PPP,” ujar Hojin dalam keterangan tertulisnya saat dihubungi KIRKA.CO, Minggu (25/6/2023) malam.

Chamad Hojin ungkap strategi mengalihkan pemilih Sandi ke PPP.

Dia melihat bergabungnya Sandi ke PPP mendapatkan respon positif dari publik. Popularitas dan elektabilitas Sandi cukup bagus dan terus meningkat.

Strategi mengalihkan pemilih Sandi ke PPP diungkap Direktur Puspoll Indonesia Chamad Hojin.

Menurut Hojin, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif itu memiliki ceruk pasar anak muda, milenial, muslim kota, santri dan juga kaum perempuan terutama emak-emak.

“Segmen pemilih ini sudah menjadi fanbase lama Sandi. PPP harus mendekati mereka agar ikut gabung dan memilih PPP,” kata dia.

Selain itu, lanjut Hojin, gagasan Sandi yang akan mempercepat pembangunan nasional terutama pada sektor ekonomi sangat relevan dengan bonus demografi yang akan terjadi di Tanah Air.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan bahwa Pemilu 2024 hampir 53 persennya adalah pemilih muda dengan rentang usia 17-40 tahun.

Kelompok usia ini tumbuh dan besar di era demokrasi dan era digital. “Mereka sangat konsen dengan isu lapangan kerja, wirausaha, dan juga ekonomi kreatif,” jelas Hojin.

Baca Juga: Bandar Lampung Kota Kreatif di Indonesia dengan Tiga Subsektor Unggulan

Untuk itu, Hojin merekomendasikan agar PPP segera menyiapkan ekosistem wirausaha dan ekonomi kreatif bagi generasi milenial dan zillennial.

Di bawah Ketua Bappilu, PPP harus menjembatani agar fanbase Sandi nyaman dengan partai. Selain itu, Sandi juga perlu memahami nilai-nilai kultural santri yang selama ini mendominasi pemilih PPP.

“Sandi telah berkeliling ke sejumlah kiai dan pesantren. Harapannya para santri juga nyaman dengan Sandi, terutama untuk memberikan pelatihan wirausaha santripreneur,” ujar Hojin.

Dia optimis dengan sinergi pemilih Sandi dan PPP, target perolehan 50 kursi dengan suara nasional 11 juta pada Pemilu 2024 akan tercapai.

“Kuncinya fokus dan gerak cepat untuk mensinergikan dua potensi tersebut,” pungkas Chamad Hojin.