KIRKA – Menparekraf Sandiaga Uno mendorong Bandar Lampung Kota Kreatif di Indonesia dengan tiga subsektor unggulan yaitu kuliner, fesyen, kriya.
“Pemkot Bandar Lampung sudah mengajukan uji petik penilaian mandiri Kabupaten/Kota (KaTa) Kreatif,” kata Sandiaga Uno pada Minggu, 28 Agustus 2022, di Bandar Lampung.
Kemenparekraf menggelar Workshop KaTa Kreatif Ke-39 Tahun 2022 di Kota Bandar Lampung untuk mendorong kota “Tapis Berseri” menjadi Kota Kreatif.
Kegiatan ini diikuti 100 pelaku UMKM di Hotel Bukit Randu.
“KaTa Kreatif adalah lokomotif pertumbuhan ekonomi masa depan. Pelaku ekonomi kreatif akan menjadi tulang punggung pembangunan Indonesia,” kata dia.
Ekonomi kreatif, lanjut Sandiaga Uno, memberikan peluang kepada UMKM untuk menciptakan lapangan kerja secara luas dan merata, serta penuh keadilan.
“Bandar Lampung Kota Kreatif di Indonesia adalah wujud nyata bahwa kita bisa merealisasikan program pemerintah yang tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat waktu.”
Sebagai salah satu daerah yang akan menjadi Kota Kreatif, Pemkot Bandar Lampung juga diharapkan mendukung program nasional Bangga Buatan Indonesia.
“Program ini sudah hampir 20 juta UMKM. Mereka ini akan masuk dalam platform e-katalog, baik lokal, sektoral, maupun katalog nasional,” ujar dia.
Program tersebut merupakan salah satu bentuk keperpihakan pemerintah kepada pelaku ekonomi kreatif atau UMKM.
“Pemerintah wajib membeli jika ada kebutuhan. Ada Rp500-800 triliun belanja pemerintah yang kita kerahkan kepada produk-produk Bangga Buatan Indonesia,” kata dia.
Alokasi belanja untuk produk-produk UMKM, jelas dia, bisa menciptakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 1.7 persen dan 2 juta lapangan kerja baru.
Menparekraf Sandiaga Uno menyampaikan Bandar Lampung akan menjadi Kota Kreatif lewat peningkatan sumber daya manusia UMKM.
“Kita punya tagline Inovatif, Adaptif, dan Kolaboratif,” ujar dia.
Sandiaga Uno menjelaskan untuk menjadi pengusaha sukses, pelaku UMKM harus inovatif, dan terus memperbaiki kualitas, serta meningkatkan ide kreasi.
“Kalau kita susah berinovasi, kita lakukan ATM; Amati, Tiru, Modifikasi. Harus ada kebaruan,” kata dia.
Kemudian para pelaku ekonomi kreatif harus adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi dalam memasarkan produk-produknya.
“Kita baru saja melewati pandemi dan harus masuk digitalisasi. Lalu kolaborasi dengan silaturahim. Dulu kita asyik berkompetisi. Sekarang pasca pandemi kita berkolaborasi,” jelas Sandiaga Uno.
Baca Juga: Pesan Sandiaga Uno kepada Pelaku Ekonomi Kreatif saat Harga BBM Naik
Selain itu, pelaku ekonomi kreatif di Bandar Lampung juga harus mengusung konsep 3G yaitu Gercep (gerak cepat), Geber (gerak bersama), Gaspol (garap semua potensi online).
“Setelah Gercep, Geber, Gaspol, kita harus pastikan pemerintah bersanding dengan para pengusaha menciptakan peluang usaha lewat Bangga Buatan Indonesia,” kata dia.
Pemkot Bandar Lampung menargetkan pelaku ekonomi kreatif bisa tetap eksis dan semakin berkembang.
“Kita targetkan sebanyak-banyaknya agar mampu mendorong terciptanya 2 juta lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi 1.7 persen,” kata Kepala Bappeda Bandar Lampung, Khaidarmansyah.
Melalui kunjungan Menparekraf Sandiaga Uno, lanjut dia, Bandar Lampung siap menjadi Kota Kreatif di Indonesia dengan subsektor unggulan kuliner, fesyen, dan kriya.
“Sudah dilatih anak-anak kita untuk bisa meningkatkan mutu produk UMKM. Kan orang akan beli lagi kalau barang yang dibelinya bagus dan enak,” ujar dia.
Dikutip dari laman Kemenparekraf, terdapat 17 subsektor ekonomi kreatif di Indonesia yaitu Pengembang Permainan, Arsitektur, Desain Interior, Musik, Seni Rupa, Desain Produk, Fesyen, Kuliner.
Kemudian Film Animasi dan Video, Fotografi, Desain Komunikasi Visual, Televisi dan Radio, Kriya, Periklanan, Seni Pertunjukan, Penerbitan, Aplikasi.






