Capaian PAD Disorot Fraksi PDIP DPRD Lampung

"Sehingga dapat mempengaruhi terhambatnya program dan pada akhirnya akan menimbulkan kerugian-kerugian bagi Pemerintah Daerah Provinsi dan masyarakat," kata anggota Fraksi PDIP DPRD Lampung Lenistan Nainggolan saat sidang paripurna Raperda pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Provinsi Lampung tahun anggaran 2020, Kamis 24 Juni 2021. Foto Tama

KIRKA.CO – Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia Provinsi Lampung menyoroti capaian Pendapatan Asli Daerah yang belum maksimal.

“Kami menyikapi terutama capaian PAD yang belum maksimal, maka untuk masa mendatang harus diupayakan lebih sungguh-sungguh lagi,”Kata anggota Fraksi PDIP DPRD Lampung Lenistan Nainggolan saat sidang paripurna Raperda pertanggungjawaban pelaksanaan APBD provinsi Lampung tahun anggaran 2020, Kamis 24 Juni 2021.

“Realisasi Pendapatan Asli Daerah sebesar Rp 2.842.286.479.070,36, presentasenya mencapai hanya 95,95 persen dari target Rp 2.962.401.653.051,14,” kata dia.

“Sedangkan realisasi pendapatan transfer sebesar Rp 2.461.886.209.957,00 atau
terealisasi sebesar 58,32 persen,” ucap dia.

Baca Juga : Fraksi PDIP Setuju Pemprov Lampung Pinjam Dana Pusat, Selama Dasar Pinjaman untuk Infrastruktur

Ia berharap Pemprov Lampung akan berjalan pada pengelolaan anggaran pendapatan yang mandiri melalui PAD.

“Kami berharap pada tahun-tahun berikutnya, target PAD dapat meningkat dengan tetap pencapaian seratus persen atau lebih,” ucap dia.

“Juga perlu diperhitungkan proyeksi PAD dari Realisasi Pelepasan Aset Pemprov di Way Dadi, Bandar Lampung dan PAD dari BUMD yang sudah ada atau sudah beroperasional,” pungkas dia.