Hukum  

Bukti Surat dari Utut PDI-Perjuangan di Perkara Korupsi Eks Rektor Unila Profesor Karomani

Utut PDI-Perjuangan
Utut Adianto Wahyuwidayat. Foto: Istimewa.

KIRKA – Kasus penerimaan Suap dan Gratifikasi yang menjerat eks Rektor Unila Profesor Karomani bersama eks Warek I Unila Profesor Heryandi dan eks Ketua Senat Unila Muhammad Basri diketahui mengharuskan Penyidik KPK memeriksa Utut PDI-Perjuangan.

Utut PDI-Perjuangan atau yang bernama lengkap Utut Adianto Wahyuwidayat diketahui diperiksa Penyidik KPK pada 24 November 2022 lalu.

Pemeriksaan itu berkenaan dengan dugaan penitipan calon mahasiswa baru Unila oleh Utut Adianto.

Belakangan, identitas calon mahasiswa baru Unila yang dititip tersebut adalah Nadyanka Zafirah Daya Adiwiguna.

Penyidik KPK juga telah memeriksa orang tua dari Nadyanka Zafirah Daya Adiwiguna, yaitu Jaka Adiwiguna di Gedung Polresta Bandar Lampung pada 18 November 2022.

Jaka Adiwiguna diketahui berstatus sebagai Kepala Subbagian Tata Usaha Sekretariat Komisi I DPR.

Hal ini merujuk pada informasi yang tertera di laman dpr.go.id.

Dari proses Penyidikan itu, belakangan terungkap di persidangan bahwa terdapat dokumen berisi nama Utut Adianto yang ditulis oleh Profesor Karomani.

Baca juga: KPK Periksa Jaka Adiwiguna Terkait Korupsi Unila

Dalam keterangannya, Profesor Karomani mengaku penitipan calon mahasiswa baru dari Utut Adianto tersebut tidak disertai dengan pemberian uang, alias gratis.

Profesor Karomani menyebut mengakomodir penitipan calon mahasiswa baru Unila dari Utut Adianto untuk menjaga hubungan baik kelembagaan.

Menurut Karomani, Utut Adianto dan dirinya berkomunikasi via Whats App dalam hal penitipan calon mahasiswa baru Unila tersebut.

Dari penitipan calon mahasiswa baru Unila berkaitan dengan Utut Adianto tersebut, ternyata masih ada Barang Bukti lain yang beririsan.

Barang Bukti itu adalah surat berlogo lambang Garuda dari Utut Adianto yang isinya adalah nama Nadyanka Zafirah Daya Adiwiguna berikut dengan Nomor Peserta Ujian.

Barang Bukti tersebut tertera dalam Surat Tuntutan Profesor Karomani yang telah dibacakan Jaksa KPK dan juga tertera dalam Surat Vonis untuk Profesor Heryandi dan Muhammad Basri.

Berikut keterangan Barang Bukti bernomor 392 yang tidak pernah terekspos di ruang persidangan:

”1 Buah Surat Hasil Print out dengan berlogo lambang Garuda atas nama Drs. Utut Adianto Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan A-194, Gedung DPR/MPR-RI, Jakarta 13 Juli 2022.

Baca juga: Reaksi PDI Perjuangan Soal Munculnya Utut Adianto Dalam Korupsi Unila

Yang bertanda tangan atas nama Drs Utut Adianto A-194 dan dengan merekomendasikan kepada: Nadyanka Zafirah Daya Adiwiguna No. Peserta 122-341-030057, NISN : 0043055131.

Yang isinya, “Untuk dapat dipertimbangkan secara seksama proses seleksi mandiri masuk Perguruan Tinggi Negeri wilayah Barat Indonesia tahun 2022, dengan pilihan Universitas Lampung Program Studi Pendidikan Kedokteran”.

Demikian surat rekomendasi dibuat untuk dapat ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan”.

Bambang Pacul diketahui turut angkat bicara soal munculnya Utut Adianto dalam kasus Profesor Karomani dkk yang ditangani KPK.

Menurut dia, Utut Adianto Wahyuwidayat benar telah menitipkan seorang anak dari staf di DPR RI untuk masuk Fakultas Kedokteran Unila.

Bambang Pacul mengatakan tidak mungkin Utut Adianto Wahyuwidayat melakukan Suap agar titipannya itu kemudian lolos dalam SMMPTN Tahun 2022 di Unila.

”Enggak, enggak akan mungkin. Wong yang dibantu anaknya staf. Gimana sih kau, tega enggak kau? Bung Karno mengajarkan kepada kita semua kita harus membantu tenaga kaum miskin.

Kalau kita ambil orang miskin uangnya, itu berarti makan tenaga kaum miskin. Orang-orang tidak berpunya diambil. Itu gila aja,” kata Bambang Pacul pada 6 Desember 2022.

Baca juga: Anggota DPR Utut Adianto Wahyuwidayat Penuhi Panggilan KPK

Jaksa KPK pada suatu momen di ruang persidangan mengatakan kepada Penasihat Hukum Profesor Karomani, bahwa Jaksa tidak akan menghadirkan saksi-saksi yang menitip calon mahasiswa baru Unila tanpa memberi uang.

Jaksa KPK menyatakan bahwa pihaknya akan menghadirkan seorang saksi penitip calon mahasiswa baru Unila yang disertai dengan pemberian uang.

Hal ini menjelaskan setidaknya, mengapa Jaksa KPK belum menghadirkan Utut PDI-Perjuangan beserta Alzier Dianis Thabranie, Thomas Azis Riska, hingga Muhammad Kadafi.

Tak hanya Utut Adianto, Jaksa KPK juga tidak menghadirkan Saksi bernama Jaka Adiwiguna ke muka persidangan.