Bank Lampung Libatkan OJK dan BI Untuk Investigasi Persoalan Skimming

Bank Lampung Libatkan OJK dan BI Untuk Investigasi Persoalan Skimming
Juru Bicara Bank Lampung, Edo Lazuardi. Foto: Istimewa.

KIRKABank Lampung libatkan OJK dan BI untuk investigasi persoalan skimming yang diduga dialami oleh beberapa nasabah Bank Lampung.

Baca Juga : OJK Didesak Usut dan Ungkap Persoalan Bank Lampung

Pelibatan OJK dan Bank Indonesia tersebut merupakan bagian dari kerja-kerja investigasi yang telah digaungkan oleh Bank Lampung.

Informasi ini diutarakan Juru Bicara Bank Lampung, Edo Lazuardi kepada KIRKA.CO saat dihubungi pada 10 Juni 2022 untuk menjelaskan bahwa Bank Lampung libatkan OJK dan Bank Indonesia atau BI.

”Bank Lampung sudah melakukan komunikasi dengan regulator di sini, adalah BI dan OJK,” ungkap Edo Lazuardi soal kasus Bank Lampung ini.

Baca Juga : Bank Lampung Terancam Bangkrut Jika Nasabah Panik

Bank Lampung sebagaimana diketahui menyatakan telah menerima informasi pengaduan dari nasabah Bank Lampung yang diduga mengalami dugaan tindak pidana skimming. Kasus Bank Lampung ini tengah menjadi perbincangan di ruang publik.

Dari data sementara yang diterima Bank Lampung, terdapat 34 pengaduan dari nasabah yang merasa tidak pernah melakukan transaksi hingga membuat saldo berkurang.

Teranyar, kasus Bank Lampung sedang diselidiki polisi. Proses penyelidikan ini akhirnya diakui Polda Lampung pada 20 Juni 2022.

Menurut Direktur pada Ditreskrimsus Polda Lampung, Kombes Pol Ari Rachman Nafarin, jajarannya lah yang tengah melakukan penyelidikan atas hilang atau berkurangnya saldo dari para nasabah Bank Lampung.

Penyelidikan tersebut, jelas Kombes Pol Ari Rachman Nafarin, didasarkan atas aduan dari PT Bank Lampung yang di dalam laporan PT Bank Lampung terdapat 47 nasabah diduga mengalami kehilangan saldo.

“Total seluruh yang dirugikan itu ada 47,” kata Kombes Pol Ari Rachman Nafarin.

Kemudian, penyelidikan di dalam kasus Bank Lampung tersebut dinyatakan mengalami progres.

Progress itu dibuktikan dengan telah dilakukannya permintaan keterangan saksi-saksi yang jumlah telah banyak.

“Soal saksi yang kita periksa, banyak, saya nggak bisa ingat satu per satu. Cuma sudah cukup banyak,” katanya pada 7 Juli 2022 di Polda Lampung.

“Kalau hasil penyelidikannya, kita ada dapati perkembangan. Walaupun masih sedikit,” tambahnya lagi.

Dia kemudian menjabarkan progress penyelidikan yang disebutnya masih sedikit itu.

“Kita sudah dapatkan lokasi-lokasi pencairan uangnya. Sebagian uangnya diduga diambil pelaku secara cash, cuma sebagiannya lagi tidak,” terangnya.