Menu
Precision, Actual & Factual

Aset yang Disita KPK Adalah Milik Anggota DPR Tamanuri

  • Bagikan
Kolase Aset Gedung Graha Mandala yang disita KPK, Anggota DPR Tamanuri, dan Agung Ilmu Mangkunegara. Foto Istimewa

KIRKA.CO – KPK sebelumnya menyampaikan informasi terkait pelaksanaan kegiatan penyitaan terhadap 5 aset.

Aset ini disebut berkaitan dengan perkara korupsi eks Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara.

Pelaksanaan kegiatan KPK ini ditandai dengan penempatan papan informasi di tiap lokasi aset yang sita KPK.

Papan informasi ini setidaknya ditancapkan di pelataran halaman Gedung Graha Mandala Alam.

Gedung Mandala Alam, lokasi aset ini bertempat di Jalan Pagar Alam Nomor 31, Desa Kedaton, Kecamatan Kedaton, Kota Bandar Lampung. Foto Ricardo Hutabarat

Lokasi aset ini bertempat di Jalan Pagar Alam Nomor 31, Desa Kedaton, Kecamatan Kedaton, Kota Bandar Lampung.

Tujuan dari penyitaan ini berkaitan dengan pemulihan kerugian negara yang timbul akibat perbuatan korupsi Agung Ilmu Mangkunegara.

Dalam putusan pengadilan, Agung Ilmu Mangkunegara diharuskan membayar Uang Pengganti (UP) senilai Rp 74 miliar lebih.

Agung Ilmu Mangkunegara pada Juli 2020 disebut KPK telah melakukan penyicilan untuk memulihkan kerugian negara.

KPK mencatat, kerugian negara yang menjadi kewajiban untuk dibayarkan Agung Ilmu Mangkunegara ke negara tersisa Rp 72,5 miliar.

“Demi mengejar pemenuhan pembayaran uang pengganti tersebut dengan merampas aset,” ungkap Plt Juru Bicara Bidang Penindakan KPK Ali Fikri soal cara KPK memaksimalkan upaya pemulihan kerugian negara dari tindak pidana korupsi, Kamis kemarin, 10 Juni 2021.

Segala yang berkaitan dengan Graha Mandala Alam di perkara Agung Ilmu Mangkunegara ini, bukan hal baru.

Di sepanjang proses persidangannya, gedung beserta lahan Gedung Mandala Alam tersebut pernah diulas.

Hal itu diungkapkan oleh Suci Reuni Sari. Dia adalah saksi yang memberikan kesaksian dengan status sebagai saksi a de charge.

Suci Reuni Sari dihadirkan untuk menjadi saksi a de charge untuk Agung Ilmu Mangkunegara, atas permohonan yang diajukan pengacara Agung, Sopian Sitepu ke majelis hakim.

Kamis lalu, 27 Mei 2020, Suci mengatakan pemilik asli dari gedung itu adalah Tamanuri. Suci juga menyebut bahwa gedung itu adalah satu dari usaha keluarga besar Agung Ilmu Mangkunegara. Dia mengaku telah mengelola usaha keluarga itu sejak tahun 2013.

Saat Suci Reuni Sari warga Kecamatan Kemiling ini memberikan kesaksian di persidangan, majelis hakim menilai bahwa JPU KPK menaruh kecurigaan terhadap keterangan saksi a de charge yang dihadirkan itu.

Keterangan tentang Suci Reuni Sari ini dikutip dari putusan yang diterbitkan PN Tipikor Tanjungkarang dan diunggah di Direktori Putusan Mahkamah Agung pada putusan perkara bernomor 6/Pid.Sus-Tpk/2020/PN.Tjk, tepatnya pada halaman 379.

Diketahui, Tamanuri adalah ayah dari Agung Ilmu Mangkunegara. Ia adalah seorang Anggota DPR RI dan merupakan kader Partai NasDem.

  • Bagikan