Menu
Precision, Actual & Factual

Aset Tersangka Proyek Benih Jagung Disita Penyidik Kejati Lampung

  • Bagikan
Tim Penyidik Pidsus Kejati Lampung saat melakukan Penyitaan dan Penyegelan satu unit rumah milik IM ersangka Pengadaan Bantuan Benih Jagung Lampung tahun Anggaran 2017. Foto Dok Kejati Lampung

KIRKA.CO – Kejaksaan Tinggi Lampung melakukan penyitaan dua aset bangunan milik salah seorang tersangka dugaan korupsi pengadaan bantuan benih jagung Lampung tahun anggaran 2017, penyitaan ini bertujuan sebagai Pemulihan Keuangan Negara yang diakibatkan dalam proyek pada Direktorat Jendral Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Republik Indonesia tersebut.

Dua aset bangunan yang disita oleh tim Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Lampung ini berupa satu unit rumah mewah yang terletak di wilayah Bataranila Kabupaten Lampung Selatan dan satu unit gudang di Kecamatan Sukabumi Kota Bandar Lampung yang merupakan aset milik tersangka IM selaku rekanan atau pihak swasta dalam kegiatan proyek pengadaan bantuan benih jagung dengan perkiraan kerugian negara mencapai sebesar Rp8 miliar.

Kejati Lampung melalui Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Andrie Wahyu Setiawan, menjelaskan penyitaan dua aset milik tersangka IM yang dilakukan tim penyidik tersebut dilakukan pada kamis (06/05), penyitaan aset juga telah sesuai dengan surat penetepan yang telah diterbitkan oleh Ketua Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Tanjungkarang.

“Pada hari ini Tim Penyidik Pidsus Kejati Lampung telah melakukan penyitaan dua aset milik salah seorang tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan bantuan benih jagung Lampung tahun anggaran 2017 berinisial IM,” ujar Andrie dalam sesi wawancaranya (06/05).

“Penyitaan di tahap penyidikan ini dilakukan sebagai upaya untuk mengejar pemulihan dan pengembalian kerugian keuangan negara yang timbul dari perbuatan korupsi tersebut, yang berdasarkan dengan penetapan Ketua Pengadilan Negeri Tipikor Tanjungkarang dengan omor 8/Pen.Pid.Sus-TPK/2021/PN.TJK dan 9/Pen.Pid.Sus-TPK/2021/PN.TJK,” terangnya.

Diketahui pada proyek pengadaan bantuan benih jagung Lampung tahun anggaran 2017 tersebut, Kejati Lampung telah menetapkan tiga orang tersangka yakni ED dan HR yang berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), dan seorang tersangka berinisial IM yang berstatus sebagai rekanan dalam proyek dengan nilai pagu anggaran Rp140 miliar tersebut.

  • Bagikan