Aliansi Lampung Memanggil Unjuk Rasa di Tugu Adipura

Kirka.co
Aksi unjuk rasa Aliansi Lampung Memanggil di Tugu Adipura Bandar Lampung pada Kamis (21/4) sore. Foto: Josua Napitupulu

KIRKAMahasiswa Aliansi Lampung Memanggil berunjuk rasa di Tugu Adipura Bandar Lampung pada Kamis, 21 April 2022.

Sedikitnya ratusan massa dari 10 elemen, mahasiswa/buruh, di antaranya SMI dan LMND menagih realisasi dari tuntutan yang telah disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Lampung dalam aksi unjuk rasa sebelumnya pada Rabu, 13 April 2022.

Baca Juga : Tommy Pasha Tak Lagi Pimpin Demo Mahasiswa Aliansi Lampung Memanggil 

Humas Aliansi Lampung Memanggil, Dika Prasetyo, mengatakan hingga saat ini harga komoditas bahan pangan pokok dan BBM masih mengalami kenaikan.

Hal itu mendasari massa aksi turun ke jalan meskipun Pemprov Lampung telah menyampaikan pernyataan sikap mahasiswa kepada pemerintah pusat.

“Kita akan mengadakan aksi-aksi lain sembari menunggu dan mendampingi hasil tuntutan di aksi kita tanggal 13 April kemarin terealisasi,” ujar dia.

Aksi unjuk rasa hari ini, lanjut Dika, merupakan bentuk kampanye secara publik bahwa perjuangan mahasiswa belum selesai.

Adapun tuntutan demo mahasiswa Aliansi Lampung Memanggil pada Rabu, 13 April 2022 di Kantor Pemprov Lampung adalah:

1. Menolak dengan tegas kenaikan harga BBM dan menuntut pemulihan dari krisis energi yang sedang berlangsung

2. Menjamin Stabilitas harga kebutuhan pokok

3. Wujudkan Reforma Agraria Sejati

4. Cabut UU Cipta Kerja dan turunan peraturannya

5. Menuntut kemudahan akses kesehatan untuk seluruh rakyat Indonesia

6. Menuntut terwujudnya pendidikan yang Gratis, Ilmiah dan Demokratis

7. Mengecam dengan keras tindakan represifitas aparat keamanan terhadap massa aksi dan menuntut untuk dihentikannya kriminalisasi terhadap aktivis gerakan rakyat dan mahasiswa.

Baca Juga : Puluhan Peserta Demo Mahasiswa Aliansi Lampung Memanggil Ditangkap 

Aksi unjuk rasa Aliansi Lampung Memanggil berjalan tertib dengan mendapatkan pengawalan dari aparat Polresta Bandar Lampung.