New KA Rajabasa: Wajah Baru Transportasi Publik yang Nyaman dan Tetap Terjangkau bagi Masyarakat Lampung–Sumsel

New KA Rajabasa: Wajah Baru Transportasi Publik yang Nyaman dan Tetap Terjangkau bagi Masyarakat Lampung–Sumsel
Transformasi KA Rajabasa: Wajah Baru Transportasi Publik Lampung-Sumsel yang Nyaman dan Terjangkau. Ulasan Mahendra Utama. Foto: Arsip pribadi/Kirka

Kirka – Warga Sumatera Selatan dan Lampung kini bisa menikmati perjalanan kereta api antarkota dengan jauh lebih nyaman.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) baru saja merombak total kelas ekonomi KA Rajabasa relasi Kertapati–Tanjungkarang lewat pengoperasian gerbong modifikasi terbaru, tanpa menyentuh harga tiket sama sekali.

Pemerhati Pembangunan, Mahendra Utama, menyambut baik langkah BUMN sektor transportasi darat itu.

Menurutnya, pembaruan fasilitas gerbong murni wujud pelayanan publik yang berorientasi pada hajat hidup orang banyak, bukan semata mengejar margin keuntungan bisnis.

“Kalau kita merujuk pada teori accessibility shift dari Levine, Grengs, dan Merlin, perencanaan transportasi memang harus berbasis pada kemampuan warga menjangkau tujuannya.

“Jadi bukan cuma soal seberapa cepat kereta melaju, tapi seberapa layak dan terjangkau layanannya bagi semua kalangan,” kata Mahendra, Minggu, 9 Agustus 2026.

Layanan anyar yang beroperasi penuh sejak awal Juli 2026 lalu membawa perubahan drastis pada ruang kabin penumpang.

Formasi kursi 3-2 yang identik dengan lutut saling beradu kini tinggal kenangan.

KAI menyulapnya menjadi susunan 2-2 searah, lengkap dengan reclining seat, sandaran tangan, colokan listrik, serta sebaran pendingin udara yang lebih merata.

Perombakan desain interior otomatis menyusutkan kapasitas dari 106 menjadi 80 tempat duduk per gerbong.

Menyiasati penyusutan volume, pihak manajemen menambah jumlah rangkaian dari lima menjadi delapan gerbong.

Alhasil, daya angkut total justru meroket hingga 640 penumpang dalam sekali jalan.

Menariknya, segala kemewahan baru tak lantas membengkakkan ongkos perjalanan. Tiket rute terjauh dikunci kencang pada angka Rp32.000.

Mahendra menilai skema subsidi Public Service Obligation (PSO) dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan memegang peran sentral di balik keberadaan tarif murah meriah.

“Subsidi PSO memastikan keadilan akses transportasi berjalan nyata di lapangan.

“Sesuai gagasan John Rawls soal keadilan sebagai fairness, hak dasar warga menikmati layanan publik yang layak tidak boleh dibatasi oleh seberapa tebal isi dompet mereka,” tuturnya.

Pembenahan armada terbukti sukses mendongkrak minat bepergian masyarakat.

Data dari Divre III Palembang mencatat angka keterisian yang fantastis.

Sepanjang bulan pertama operasionalnya, armada KA Rajabasa sukses mengangkut 66.521 orang.

Manajer Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, merinci volume penumpang rata-rata menembus seribuan orang per hari dari kedua arah keberangkatan.

“Tingginya animo membuktikan warga sangat mempercayai kereta api sebagai moda andalan yang aman, bebas macet, dan pastinya pas di kantong,” ucap Aida.

Senada, Manajer Angkutan Fasilitas dan Pelayanan Penumpang KAI Tanjungkarang, Eko Dodit Hertanto, memastikan peremajaan gerbong adalah harga mati bagi perusahaan.

Langkah pembaruan diambil semata untuk memberikan servis optimal tanpa menguras keuangan para pengguna jasa angkutan antar daerah.