Mati Suri Sejak 2024, Nasib Balap Sepeda Lampung Bakal Ditentukan 11 Juli

Mati Suri Sejak 2024, Nasib Balap Sepeda Lampung Bakal Ditentukan 11 Juli
Menuju Musprov ICF Lampung: Sinergi Caretaker dan KONI Siap Bangkitkan Balap Sepeda Ruwa Jurai. Foto: Arsip KONI/Kirka/I

Kirka – Dua tahun berstatus demisioner tanpa kepastian program pembinaan, masa depan olahraga balap sepeda di Provinsi Lampung akhirnya menemui titik terang.

Organisasi Indonesia Cycling Federation (ICF) setempat memastikan akan mengakhiri masa vakum tersebut lewat pemilihan ketua umum baru dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) pada 11 Juli 2026.

Kepastian agenda perhelatan akbar itu disampaikan oleh Ketua Caretaker ICF Lampung yang juga menjabat Kabid Organisasi KONI daerah setempat, Sri Sulastuti.

Ia menegaskan bahwa rapat koordinasi pada Jumat, 26 Juni 2026 merupakan langkah untuk merajut kembali struktur federasi yang sempat terputus.

Bersama tim transisi yang diisi Vania dan Deki, fokus utama saat ini adalah membenahi kepengurusan di tingkat daerah sebelum melangkah ke arena pencoblosan.

Fokus mendesak tim penyelamat adalah menginventarisasi ulang para penggiat olahraga sepeda di tingkat kabupaten dan kota melalui koordinasi bersama Ricard Tanoto.

Mengingat sebagian besar pengurus daerah ikut mati suri seiring kevakuman level provinsi, pembentukan caretaker wilayah menjadi syarat mutlak agar peserta musyawarah memiliki hak suara sah.

“Langkah awal kami adalah melacak keberadaan rekan-rekan yang dulu aktif.

“Merekalah yang nantinya berstatus sebagai peserta resmi dalam musyawarah pemilihan ketua umum,” tegas Sri Sulastuti, dilansir pada Sabtu, 27 Juni 2026.

Selain menata ulang keanggotaan, pertemuan turut menelurkan kesepakatan pembentukan panitia pelaksana serta Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP).

Perangkat kerja tersebut mengemban mandat khusus untuk memverifikasi figur-figur yang dinilai layak menakhodai ICF Lampung.

Patokan tanggal 11 Juli kini menjadi tenggat waktu bagi seluruh elemen daerah untuk merapatkan barisan.

Merespons pergerakan cepat caretaker, salah satu kandidat Ketua ICF Lampung, Marjuki, menyambut positif upaya konsolidasi.

Baginya, pembenahan secara administratif pasca-demisioner adalah harga mati untuk memulihkan muruah dan prestasi balap sepeda di Bumi Ruwa Jurai.

“Fokus utama kita tertuju pada penyiapan suksesi kepemimpinan.

“Begitu kepanitiaan dan TPP rampung bekerja, pemilihan langsung dieksekusi 11 Juli nanti dengan melibatkan seluruh perwakilan kabupaten serta kota,” kata Marjuki.