Kirka – Perburuan tiket Olimpiade Los Angeles (LA) 2028 resmi dimulai bagi Tri Wahyuni.
Pesenam ritmik kebanggaan Lampung ini baru saja mendarat di Bishkek, Kyrgistan, usai mengudara selama 18 jam, dan langsung memfokuskan diri menghadapi ketatnya persaingan di Kejuaraan Senam Asia
Didampingi pelatih utamanya, Yulianti, srikandi olahraga Lampung ini dijadwalkan turun gelanggang pada The 21st AGU Rhythmic Gymnastics Junior Asian Championships and the 17th Senior Asian Championships yang berlangsung mulai 23 hingga 26 Mei 2026.
Kejuaraan tingkat regional itu merupakan fase penting bagi para wakil Indonesia.
“Tujuan utama mengikuti Asian Championship adalah sebagai babak kualifikasi menuju *World Championship di Jerman, yang nantinya menjadi ajang penentuan tiket ke Olympic LA 2028.
“Ini adalah persaingan regional untuk pesenam terbaik di wilayah Asia,” ungkap Yulianti saat dihubungi melalui telepon selulernya, dikutip pada Minggu, 24 Mei 2026.
Perjuangan menembus panggung dunia tentu membutuhkan mental dan fisik baja.
Yulianti menceritakan, tim Indonesia baru tiba di Kyrgistan tepat sehari sebelum perlombaan bergulir.
Tanpa membuang waktu untuk beristirahat panjang, mereka langsung bergerak menuju arena untuk beradaptasi dengan lapangan pertandingan.
“Alhamdulillah kami telah tiba di Bishkek. Begitu landing, tim harus segera ke arena menjajal lapangan meskipun baru melewati perjalanan panjang 18 jam.
“Syukurlah, Tri dalam keadaan sangat baik dan siap bertanding,” tegasnya.
Di arena Bishkek nanti, Tri Wahyuni dihadapkan pada persaingan ketat melawan negara-negara yang memiliki tradisi kuat di cabang senam ritmik.
Para raksasa senam Asia dari Uzbekistan, Kazakhstan, China, Jepang, Korea Selatan, hingga sang tuan rumah Kyrgistan dipastikan menjadi rintangan berat.
Kondisi tersebut membuat tiket menuju Jerman menjadi sangat mahal dan eksklusif.
Meski berstatus sebagai atlet senior, performa Tri Wahyuni dinilai masih berada di puncak.
Kualitas teknik dan jam terbangnya menempatkan Tri pada peringkat teratas nasional, sehingga ia terus dipercaya memikul nama Lampung dan Indonesia di tengah gempuran pesenam-pesenam muda.
Menjelang hari pertandingan, tim pelatih mengharapkan dukungan penuh dari masyarakat dan pemangku kepentingan olahraga di Bumi Ruwa Jurai agar beban mental di arena bisa berubah menjadi energi positif.
“Kami mohon doanya, khususnya dari Ketum FGI Lampung Batin Wulan dan seluruh jajaran pengurus Gimnastik Lampung.
“Semoga Tri bisa tampil memberikan performa terbaiknya dan lolos merebut tiket menuju kejuaraan dunia di Jerman,” pungkas Yulianti.






