Sapa Warga Lampung, “OREO Berbagi Seru” Sulap Ribuan Siswa Tubaba Jadi Antusias Belajar

Sapa Warga Lampung, "OREO Berbagi Seru" Sulap Ribuan Siswa Tubaba Jadi Antusias Belajar
OREO Berbagi Seru hadir di Tubaba. Program CSR ini dukung kualitas pendidikan lewat alat permainan edukatif & pelatihan. Siap cetak Generasi SERU yang Solutif, Eksploratif, Responsif, dan Unggul. Foto: Arsip Kirka/Vi

Kirka – Upaya menjembatani kesenjangan akses pendidikan di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) terus digencarkan.

Mewujudkan komitmen tersebut, brand biskuit OREO di bawah naungan Mondelēz Indonesia sukses menggelar program “OREO Berbagi Seru” di SDN 24 Kecamatan Tulangbawang Tengah, Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), Lampung, pada 20-23 Mei 2026.

Kehadiran jenama global tersebut di Bumi Ragem Sai Mangi Wawai bukan sekadar membagikan produk fisik, melainkan mendistribusikan seperangkat alat permainan edukasi.

Menggandeng Yayasan Indonesia Mengajar, modul pembelajaran yang disajikan mencakup penguatan Literasi, Numerasi, Sains, hingga Bahasa Inggris.

Seluruh materi dirancang presisi menyesuaikan kurikulum nasional melalui pendekatan belajar seraya bermain.

Marketing Director Mondelēz Indonesia, Anggya Kumala, menjelaskan bahwa langkah nyata korporasinya sejalan dengan fokus Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI.

Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci guna menciptakan pemerataan pendidikan yang inklusif sekaligus berkarakter.

“OREO ingin berkontribusi membantu para siswa mendapatkan pendidikan berkualitas yang tentunya seru secara lebih merata.

“Lewat program edukasi terarah, kami berharap bisa mencetak Generasi SERU, Solutif, Eksploratif, Responsif, dan Unggul,” ujar Anggya, Sabtu, 23 Mei 2026.

Sebagai kabupaten ketiga yang disambangi usai Lebak dan Pangandaran, Tubaba menerima alokasi 270 alat belajar interaktif yang siap dimanfaatkan oleh sekitar 1.400 siswa sekolah dasar setempat.

Target besarnya, distribusi sarana serupa akan merambah hingga tujuh provinsi dengan menyasar total 7.000 pelajar di berbagai penjuru nusantara hingga akhir tahun 2026.

Menariknya, intervensi yang diberikan tidak berhenti pada pembagian fasilitas.

Guna memperkuat ekosistem edukasi yang berkelanjutan, penyelenggara turut mengadakan pelatihan interaktif selama empat hari.

Sebanyak 35 guru, 70 orang tua murid, serta 35 anggota komunitas lokal dilibatkan langsung agar metode kreatif tersebut dapat diterapkan optimal, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.

Respons positif mengalir dari pemangku kebijakan daerah.

Bupati Tubaba, Novriwan Jaya, yang hadir meninjau langsung kegiatan, menilai pendekatan visual dan interaktif sangat relevan dengan visi daerahnya.

Saat ini, Tubaba tengah gencar mengimplementasikan program Lima Pilar Pendidikan Karakter.

“Tahun 2045 nanti, bangsa kita akan mengalami bonus demografis di mana usia produktif mendominasi penduduk.

“Momentum berharga tersebut harus betul-betul kita siapkan dari sekarang lewat fo8ndasi pendidikan yang kuat,” tegas Novriwan.

Dampak positif dari skema baru tersebut langsung dirasakan oleh tenaga pendidik di lapangan.

Kepala SDN 24 Tulangbawang Tengah, Ponirin, memuji efektivitas sarana edukasi OREO dalam memacu pola pikir kritis dan daya imajinasi anak didiknya.

Senada dengan Ponirin, Wali Kelas 5, Rosita Noer Pratiwi, mengungkapkan adanya lonjakan drastis pada minat belajar di dalam kelas.

“Dengan media tools kids yang diberikan, anak-anak sangat antusias sekali untuk mempraktikkannya.

“Ruang kelas jadi jauh lebih hidup. Ke depan, kami di pihak sekolah sangat siap berkolaborasi kembali jika ada program penunjang pembelajaran serupa,” pungkas Ponirin.