Kirka – Pengurus Provinsi Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Lampung menyelenggarakan seleksi daerah bagi 99 atlet di Dojo Universitas Lampung, Minggu, 26 April 2026.
Langkah penjaringan dipusatkan guna menentukan wakil daerah menuju dua kejuaraan tingkat nasional, yakni Kapolri Cup dan Kasad Cup.
Berdasarkan kalender kejuaraan, Kapolri Cup akan bergulir lebih awal pada 17 hingga 20 Mei 2026.
Berselang satu bulan, para atlet kembali dijadwalkan turun berlaga dalam ajang Kasad Cup pada 26 Juni 2026.
Jeda waktu yang terbilang singkat menuntut pengurus daerah bergerak cepat mematangkan komposisi tim melalui uji tanding internal secara ketat.
Puluhan peserta seleksi datang dari berbagai pengurus cabang kabupaten dan kota se-Provinsi Lampung.
Mereka berhadapan langsung di atas matras untuk unjuk kemampuan teknik bantingan maupun ketahanan fisik.
Keputusan memberlakukan sistem penyaringan terbuka diambil agar pelatih bisa mengukur secara presisi rekam tingkat kebugaran setiap individu jelang pertandingan sesungguhnya.
Ketua PJSI Lampung, Kompol Sukamso, menegaskan bahwa mekanisme penentuan atlet berpatokan murni pada performa nyata saat uji coba.
Pihaknya menutup celah favoritisme, sekaligus menjadikan ajang adu kekuatan antar klub sebagai sarana evaluasi menyeluruh.
“Murni seleksi berdasar kemampuan. Kita pantau hasil di lapangan secara objektif. Siapa yang terbaik, dialah yang akan berangkat,” ujarnya.
Pemantauan khusus turut diberlakukan bagi pejudo yang sebelumnya telah sukses mengumpulkan poin kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON).
Sukamso, yang akrab disapa Bang Kamso, menjelaskan bahwa torehan poin masa lalu tidak lantas menjamin posisi aman bagi sang atlet.
Pengurus mewajibkan mereka tetap membuktikan konsistensi performa agar layak masuk dalam daftar keberangkatan kontingen.
Sistem gugur dan penilaian poin pada penjaringan tingkat provinsi ditargetkan mampu menghasilkan delegasi yang solid serta kompetitif.
PJSI Lampung mematok target pengiriman skuad utama bukan sekadar untuk memenuhi kuota kepesertaan di level pusat.
Lebih dari itu, atlet terpilih memikul tanggung jawab besar membawa pulang medali, sekaligus mengangkat prestasi pembinaan olahraga judo Lampung pada kancah persaingan antar provinsi






