Persiapan PON, KONI Lampung Bentuk Tim Medis dan Gizi Atlet

Persiapan PON, KONI Lampung Bentuk Tim Medis dan Gizi Atlet
Penyerahan dokumen pengesahan Tim Medis dan Gizi KONI Lampung. Tim ini dibentuk khusus untuk memantau kesehatan dan pemulihan atlet PON. Foto: Arsip KONI/Kirka/I

Kirka – Ambisi mendulang prestasi maksimal di arena Pekan Olahraga Nasional (PON) memaksa Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung memagari kondisi fisik atletnya secara ketat.

Sebuah tim khusus yang berfokus pada kesehatan, gizi, dan pemulihan performa resmi dibentuk untuk mengawal kontingen Sang Bumi Ruwa Jurai.

Ketua Umum KONI Lampung, Taufik Hidayat, menegaskan pembentukan tim bukan sekadar formalitas, melainkan langkah untuk menekan risiko atlet tumbang sebelum bertanding.

Tim akan memegang kendali penuh atas kesehatan atlet selama masa program pembinaan provinsi bergulir.

“Atlet prestasi yang cedera bisa langsung dieksekusi penanganannya oleh tim kesehatan di internal kita, sebelum butuh rujukan lanjutan.

“Fokus tim ini tidak cuma urusan cedera fisik, tapi pengawasan ketat soal asupan gizi dan antisipasi doping,” urai Taufik, dilansir pada Selasa, 24 Februari 2026.

Struktur tim penunjang pemulihan terbilang komprehensif.

Dinakhodai oleh dr. Imam Ghozali, Sp.An., KMN., M.Kes., tim diperkuat 16 personel lintas keahlian.

Lima di antaranya merupakan dokter spesialis cedera, ahli gizi, dan dokter umum.

Ruang lingkup kerja mereka dipecah ke dalam enam klaster spesifik, kesehatan fisik, kesehatan mental, gizi, anti-doping, masseur dan fisioterapi, serta tim penghubung.

Untuk menjamin standar kualitas penanganan, KONI tidak hanya mengandalkan sumber daya internal, tetapi juga menarik sejumlah dokter ahli dari luar kepengurusan.

Secara operasional, Wakil Ketua Umum II KONI Lampung, Riagus Ria, memastikan fasilitas klinik kesehatan di markas KONI kini terbuka untuk seluruh atlet prestasi pada setiap hari kerja.

“Pola kerjanya, minimal dua kali dalam sepekan akan ada dokter spesialis yang standby.

“Sementara untuk masseur dan fisioterapi dipastikan siaga penuh. Kami menempatkan dokter-dokter terbaik agar benar-benar presisi menjawab kebutuhan atlet di lapangan,” tegas Riagus.

Lewat proteksi berlapis dari sisi medis dan nutrisi ini, KONI Lampung berharap seluruh program latihan berat jelang PON bisa diserap atlet tanpa bayang-bayang cedera fatal.