KIRKA – Terkait demo Mahasiswa UIN Raden Intan Lampung yang berakhir chaos, pihak Kampus masih akan kroscek kronologi terlebih dahulu, sebelum memutuskan langkah berikutnya.
Baca Juga: Demo Mahasiswa UIN Raden Intan Lampung Chaos
Anis Handayani selaku Humas Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung berucap melalui sambungan telephone, bahwa pihaknya saat ini telah mendengar informasi soal unjuk rasa yang berakhir ricuh tersebut.
Namun ia menegaskan, dalam menanggapi hal tersebut pihaknya tak ingin mengambil langkah yang terburu-buru, kampus akan memastikan terlebih dahulu kebenaran dari kronologi peristiwa yang mengakibatkan beberapa masa aksi terluka.
“Saya sampai sekarang ingin menyelidiki kronologinya dulu sebelum memberikan informasi lanjutan. Namun terkait hal itu (Dugaan kekerasan keamanan kampus terhadap Mahasiswa pendemo) sudah dikomunikasikan ke pimpinan kampus. Kita sama-sama masih akan melakukan kroscek,” jelas singkatnya, Jumat sore 26 Mei 2023.
Sementara itu, dari penuturan Ketua Korps PMII Putri UIN RIL, Camelia Carmelita, menyebut ricuhnya gelaran demo lantaran diakibatkan tindakan tidak sepantasnya dari pihak keamanan kampus kepada Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan tersebut.
“Karena itu siang hari dan cuacanya yang sangat panas kami mahasiswa memohon kepada satpam yang ada di lokasi agar memperbolehkan kami menyampaikan orasinya di teras rektorat, tetapi tidak di indahkan oleh satpam,” urainya.
“Saat orasi berlangsung salah satu oknum satpam memberikan pendapat terkait upaya Mahasiswa yang ingin maju ke tempat yang lingkup lebih dekat dengan gedung Rektorat, namun disampaikan dengan emosi dan menunjuk-nunjuk mahasiswa,” lanjutnya.
Camelia menjabarkan, dari hal yang membuat tersinggung para masa aksi itu, pada akhirnya mengakibatkan gesekan antara Mahasiswa dan satuan pengamanan Universitas tak dapat lagi terhindarkan. Yang mengakibatkan beberapa Mahasiswa harus dirujuk ke Rumah Sakit.
Baca Juga: APIP Lampung Minta KPK Periksa Musa Ahmad
“Mahasiswa inisial IM berdiri untuk menyampaikan bahwa aksi kami aksi damai, tetapi tiba-tiba salah satu oknum Satpam melakukan tindakan represif hingga beberapa masa terkena pukulan dan penganiayaan. beberapa terluka di pelipis, rahang dan ada di dada. hingga IM yang terkena pukulan di dada pingsan dan dilarikan ke klinik, kemudian di rujuk ke RSU Abdul Moeloek,” pungkasnya, menceritakan kronologi demo di Kamis 25 Mei 2023.






