KIRKA – PDIP dan PPP bahas pemenangan Ganjar Pranowo sebagai calon presiden pada Pemilu Serentak 14 April 2024.
Pencalonan presiden Ganjar Pranowo mulai dibahas PDIP dan PPP.
Kedua partai politik pendukung Gubernur Jawa Tengah ini dijadwalkan bertemu pada Minggu (30/4/2023) siang.
Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari deklarasi dukungan PPP terhadap pencalonan presiden Ganjar Pranowo untuk Pilpres 2024.
Baca Juga: PPP Deklarasi Dukung Ganjar Pranowo, Koalisi Partai Berubah?
Sekretaris Jenderal PPP, Arwani Thomafi, dalam keterangannya mengatakan pertemuan berlangsung di Kantor DPP PDIP di Jalan Pangeran Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat.
“Rombongan DPP PPP dipimpin langsung Pelaksana Tugas Ketua Ketum PPP, Muhamad Mardiono, dengan jalan kaki dari kantor PPP ke kantor PDI Perjuangan,” ujar Arwani pada Jumat (28/4/2023).
Arwani yang akrab disapa Gus Sekjen menyampaikan PDIP dan PPP akan membahas tentang kerja sama pemenangan Ganjar Pranowo pada Pemilu Presiden 14 April 2024.
“Pembahasan seputar kerjasama pemenangan Ganjar Pranowo dan tindak lanjut dukungan atas pencapresan Ganjar Pranowo,” kata Gus Sekjen.
PDIP dan PPP bahas pemenangan Ganjar Pranowo. Selain membahas hal itu, jelas Gus Sekjen, pertemuan PDIP dan PPP juga membicarakan soal substansi visi misi Indonesia Maju 2024.
Hasil pertemuan bersama PDIP akan disampaikan melalui konferensi pers bersama oleh kedua partai politik.
“Soal calon wakil presiden, nanti, akan ada tahapan berikutnya,” ujar Gus Sekjen.
Baca Juga: Duet Ganjar-Sandi di Pilpres 2024
Anggota DPR RI ini mengajak partai politik peserta Pemilu 2024 lainnya untuk bergabung bersama PDIP dan PPP mendukung Ganjar Pranowo sebagai Calon Presiden RI 2024-2029.
“PDIP dan PPP bersama-sama mengajak parpol lainnya untuk bergabung dalam dukungan pencapresan Ganjar Pranowo,” kata Gus Sekjen.
Hingga saat ini, sedikitnya tiga partai politik telah menyatakan dukungannya kepada Ganjar Pranowo selaku calon presiden yang diusung PDIP.
Yaitu PSI (Partai Solidaritas Indonesia), Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), dan PPP (Partai Persatuan Pembangunan).






