Elektabilitas Erick Thohir Kalahkan Sandiaga Uno

Elektabilitas Erick Thohir Kalahkan Sandiaga Uno
Elektabilitas Erick Thohir sebagai calon wakil presiden berdasarkan hasil survei Poltracking Indonesia pada Februari, Maret, April 2023. Sumber: Poltracking Indonesia

KIRKA – Elektabilitas Erick Thohir mengalahkan Sandiaga Uno sebagai calon wakil presiden (cawapres) pada Pemilu Presiden 2024 versi Poltracking Indonesia.

“Peta elektabilitas bakal cawapres untuk 20 nama yang tertinggi adalah Erick Thohir,” kata Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yudha AR, pada Jumat (28/4/2023).

Baca Juga: Hary Tanoesoedibjo Bertemu Jokowi di Istana

Poltracking Indonesia merilis temuan survei nasional yang dilakukan pada bulan Februari, Maret, April 2023.

Populasi survei menyasar 1.220 responden, Warga Negara Indonesia yang sudah memiliki hak pilih berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah.

Survei wawancara dilakukan dengan metode multistage random sampling, margin of error ±2.9% pada tingkat kepercayaan 95%.

“Dalam simulasi 20 nama cawapres, Erick Thohir memeroleh angka elektabilitas 16.3%, diikuti Sandiaga Uno 14.8%, dan Ridwan Kamil sebesar 12.2%,” ujar Hanta Yuda.

Kemudian, dalam simulasi 10 nama cawapres, Erick Thohir tetap mengalahkan Sandiaga Uno.

“Erick Thohir memeroleh angka elektabilitas sebesar 17.1%, disusul Sandiaga Uno 15.5%, dan Ridwan Kamil 13.5%,” kata Hanta Yuda.

Elektabilitas Erick Thohir mengalahkan elektabilitas Sandiaga Salahuddin Uno meski belum pada angka yang dominan.

“Kalau kita perhatikan memang ada tiga cawapres yang angkanya double digit, di atas 10%, tapi belum ada yang sangat dominan sampai 30% seperti elektabilitas capres,” ujar Hanta.

Hanta menegaskan bahwa survei Poltracking Indonesia dilakukan sebelum Ganjar Pranowo dideklarasikan sebagai calon presiden (capres) PDIP dan sesudah pembatalan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20.

“Saya kira ada panggung-panggung politik semuanya,” kata dia.

Menurut Hanta, posisi Erick Thohir sebagai Menteri BUMN dan Ketua Umum PSSI, menjadi variabel sosialisasi yang beririsan dengan isu politik.

“Cukup kencang dinamika politiknya apalagi sekarang Erick Thohir sering disebutkan oleh PAN, Sandiaga Uno sering disebutkan di PPP, Ridwan Kamil sempat masuk Golkar,” jelas Hanta.

Baca Juga: Prabowo-Erick Capres dan Cawapres Potensial di Pemilu 2024