KIRKA – Gubernur Lampung Arinal Djunaidi harus curi perhatian pusat untuk tambah pendapatan daerah Provinsi Lampung.
Hal itu disampaikan Wakil Dekan Akademik dan Kerja Sama FISIP Universitas Lampung, Dr Dedy Hermawan, menyikapi tidak tercapainya target realisasi Pendapatan Daerah Provinsi Lampung Tahun 2021.
Baca Juga : Arinal Djunaidi Mengikuti Rapat Paripurna DPRD Lampung Pembicaraan Tingkat I
“Pendapatan daerah ada yang berasal dari pendapatan asli daerah (PAD) dan dana transfer daerah. Umumnya kan pendapatan daerah masih bergantung pada pusat. Untuk itu, komunikasi dan koordinasi ke pusat harus tetap dijaga,” kata Dedy Hermawan pada Selasa, 5 Juli 2022.
Salah satu cara untuk mencuri perhatian pemerintah pusat adalah kemampuan kepala daerah dalam menangani pandemi Covid-19 di wilayahnya untuk meningkatkan ekonomi.
“Kabupaten/kota di Lampung harus menunjukkan penanganan pandemi Covid-19 yang bagus,” ujar dia.
Namun, Dedy Hermawan berharap Arinal Djunaidi tidak terlalu bergantung pada pemerintah pusat.
Dia mendorong kemandirian Pemerintah Provinsi Lampung untuk menambah pendapatan daerahnya dengan memaksimalkan sumber-sumber PAD.
Apalagi pemerintah pusat telah melakukan pelonggaran kebijakan di masa pandemi yang menjadi langkah awal bangkitnya aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.
“Sehingga ini kondusif bagi peningkatan PAD ke depannya. Cuma ini akan berproses bertahap, membaik dari waktu ke waktu,” kata Dedy Hermawan.
Dia juga menilai Arinal Djunaidi beserta jajarannya perlu melakukan terobosan pada sektor ekonomi dengan tidak mengabaikan kesehatan masyarakat dalam kebijakannya.
Baca Juga : Arinal Djunaidi dan Eva Dwiana Tidak Genap Menjabat 5 Tahun
Pemulihan di sektor ekonomi dan kesehatan harus tetap dijaga agar masyarakat nyaman dalam melakukan aktivitas ekonomi dan bisa memenuhi kewajibannya untuk membayar pajak dan retribusi.
“Arinal Djunaidi harus mampu menjaga dua hal itu. Bagaimana masyarakat mau bayar pajak dan retribusi kalau kondisi pendapatannya drop?” Tutup dia.






