Menu
Precision, Actual & Factual

Yusdianto: Isoman Pakai Kapal Pesiar Dianggap Pemborosan Anggaran

  • Bagikan
Kirka.co
Dr.Yusdianto dan Ir.Arinal Djunaidi. Foto Istimewa

KIRKA – Akademisi Hukum Universitas Lampung Yusdianto menyindir langkah Gubernur Lampung Arinal Djunaidi yang mengajukan pinjaman kapal pesiar kepada Menteri Perhubungan dan Menteri Badan Usaha Milik Negara.

Kapal pesiar ini disiapkan sebagai isolasi apung yang mampu menampung 500-600 pasien Covid-19.

Selain itu untuk mengantisipasi penambahan kasus Covid-19 dan peningkatan pemakaian tempat tidur di rumah sakit rujukan atau Bed Occupancy Ratio.

“Ini bukan hal baik, karena bisa menambah beban anggaran. Saat ini saya kira saatnya melakukan efisiensi penggunaan anggaran yang bisa menjangkau semua kalangan,” sindir Yusdianto, Senin 19 Juli 2021.

“Belum lagi Bansos yang harus dilakukan. Emang dikira PPKM di beberapa daerah ini tidak menyedot anggaran,” jelas dia.

“Saya kira itu bukan sebuah prestasi besar. Itu bentuknya bantuan atau alokasi yang diberikan oleh pusat ke daerah. Kira-kira kalau kita sudah kehabisan tempat,” sindir dia.

Lampung masih memiliki beberapa tempat untuk di optimalkan sebagai ruang isolasi pasien Covid-19.

Misalnya, ia mencontohkan, Bandar Lampung memiliki beberapa perguruan tinggi yang tidak dipergunakan pasca merebaknya wabah Covid-19, seperti Universitas Lampung, Institut Teknologi Sumatera dan Universitas Islam Negeri Raden Intan.

“Apakah mau Pemprov melakukan kerjasama dengan perguruan tinggi dengan mendorong beberapa hal sehingga penanganan itu bisa dilakukan,” jelas dia.

Yang terpenting itu, kata dia, adalah kerja nyata dan jelas dari seorang Gubernur Lampung terkait pencegahan penanganan Covid-19, ketersediaan obat dan oksigen.

“Langkah-langkah ini kan tugasnya dari pemerintah daerah. Ini kan tugas dari pak gubernur sebagai wakil pemerintah pusat di daerah untuk mencukupi semua kebutuhan,” jelas dia.

  • Bagikan