KIRKA – Terminal Rajabasa sepi pemudik bikin pedagang menjerit pada H-1 Lebaran 2022.
Hal itu disebabkan volume penumpang yang memasuki terminal induk di Provinsi Lampung tersebut menurun drastis, khususnya penumpang bus AKAP (Antar Kota Antar Provinsi).
Salah satu pedagang, Sudarno (57), menuturkan turunnya jumlah pemudik di terminal Tipe A itu disebabkan beberapa faktor.
Baca Juga : Terminal Rajabasa Antisipasi Timbulan Sampah Pemudik
Di antaranya program mudik gratis, hadirnya Jalan Tol Trans Sumatera, dan beroperasinya terminal bayangan.

“Pemudik banyak yang pakai mobil travel karena antar jemput. Ditambah lagi dengan hadirnya Jalan Tol Trans Sumatera, praktis mengurangi jumlah bus yang kemari,” kata dia ketika ditemui di Terminal Rajabasa pada Minggu, 1 Mei 2022.
Bahkan hingga H-1 Lebaran hari ini, lanjut Sudarno, belum ada tanda-tanda arus mudik di Terminal Rajabasa.
“Enggak tahu sekarang arus mudik atau bukan karena sepinya,” ujar dia.
Sudarno sudah berdagang di Terminal Rajabasa sejak 29 Agustus 2011 hingga saat ini. Dia ditemani istrinya, Linda (53), yang merupakan warga Rajabasa.
Mereka menuturkan Ditjen Hubdat Kementerian Perhubungan sudah melakukan revitalisasi sarana prasarana di Terminal Rajabasa dalam dua tahun terakhir selama pengetatan arus mudik Lebaran.
“Tata kelolanya bagus, lumayanlah, sekarang lantainya sudah granit, meski atapnya masih bocor. Tapi tetap saja sepi,” kata istri Sudarno, Linda, yang membuka warung di Gedung bus AKAP.
Dari hasil pantauan di Terminal Rajabasa, baik Gedung bus AKAP maupun AKDP (Antar Kota Dalam Provinsi), beberapa pedagang sudah menutup warung mereka sejak H-3 Lebaran.
Padahal periode 28-30 April 2022 merupakan puncak arus mudik Lebaran namun Terminal Rajabasa sepi pemudik.
Hal berbeda disampaikan oleh Nurbaiti (52) warga Gang Citra, Jalan Haji Komarudin, Rajabasa.
Nurbaiti membuka warung di Gedung bus AKDP dan sudah 12 tahun berdagang di Terminal Rajabasa.
“Lumayan rame dibandingkan tiga tahun lalu. Alhamdulillah pendapatan ada walaupun sedikit,” kata dia.
Warung Nurbaiti memiliki pelanggan tetap di Terminal Rajabasa, dari petugas terminal sampai karyawan perusahaan otobus.
Beberapa penumpang bus AKDP juga menjadi pelanggan tetapnya bagi yang rutin hilir mudik di Kota Bandar Lampung.






