Kirka – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung mulai ngegas mempersiapkan atletnya menuju ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri Tahap II di Manado, Sulawesi Utara.
Menariknya, persiapan kali ini tak lagi mengandalkan cara lama.
Evaluasi fisik atlet bakal dibedah secara spesifik menyesuaikan kebutuhan masing-masing cabang olahraga (cabor).
Rencananya, tes fisik berbalut sport science itu akan digeber usai libur Hari Raya Idul Fitri, atau pada rentang akhir Maret hingga awal April 2026.
Fokus tim penilai tak sekadar mengukur ketahanan tubuh secara umum, tapi merambah hingga ke bedah teknik dasar secara parsial.
Anggota Tim Pembinaan Prestasi (Binpres) KONI Lampung, Yopi Hutomo Bhakti, membocorkan bahwa instrumen pengujian kali ini sengaja dibuat lebih detail dan rumit.
Pasalnya, setiap cabor akan menerima porsi dan metode tes yang berbeda.
“Kami akan melakukan tes secara parsial, artinya benar-benar menyesuaikan dengan karakter dan kebutuhan atlet di cabor tersebut.
“Jadi tes tidak disamaratakan. Ini akan sangat membantu pelatih menemukan di mana potensi dan kelemahan atletnya,” urai Yopi, dikutip pada Kamis, 19 Maret 2026.
Metode Pendekatan Cabor
Yopi mencontohkan cabor anggar. Kebutuhan fisik atlet anggar tentu sangat berbeda jika dikomparasi dengan judo, kempo, atau karate.
Pada tes atlet anggar nanti, tim penilai bakal fokus mencari masukan terkait kecepatan.
Misalnya, mengukur seberapa maksimal seorang atlet mampu melepaskan tusukan atau serangan bertubi-tubi dalam hitungan menit.
Hal-hal detail yang bersinggungan langsung dengan teknik dasar inilah yang akan diukur secara presisi.
“Kenapa teknik dasar juga masuk dalam pendataan tes fisik? Karena ada kemungkinan sedari awal ada kekeliruan dasar yang diserap oleh atlet.
“Tes tujuannya murni untuk membantu cabor mendongkrak kualitas atletnya secara utuh,” tegasnya.
Hasil dari uji fisik ini nantinya bukan sekadar deretan angka mentah.
Outputnya berupa rapor profil komprehensif yang mencakup skor fisik, teknik, riwayat kesehatan, hingga kesiapan mental bertanding.
Lewat data tersebut, para pelatih cabor diharapkan bisa langsung menyusun program latihan lanjutan yang tepat sasaran guna mempertajam sektor yang masih dirasa kurang.
Senada dengan Yopi, Wakil Ketua Umum II Bidang Binpres dan Sport Science KONI Lampung, Riagus Ria, memastikan instrumen penilaian tersebut sudah matang.
Pihaknya tinggal menunggu waktu eksekusi yang dijadwalkan usai Lebaran.
“Teman-teman di Binpres sudah menyusun perencanaannya dengan baik.
“Secara teknis di lapangan nanti akan dikawal langsung oleh tim Binpres dan Diktar (Pendidikan dan Penataran),” ujar Riagus
Sebagai langkah pemanasan, kisi-kisi instrumen tes akan mulai disosialisasikan ke seluruh pengurus cabor selama bulan Ramadan.
Para atlet beladiri diwanti-wanti untuk melahap tahapan tes ini dengan serius, mengingat jadwal PON Beladiri Manado pada akhir Juli hingga Agustus 2026 mendatang sudah semakin dekat.






