Menu
Precision, Actual & Factual

Ngaku Inisiatif Bakar Dokumen, Saksi Perkara Minerba Lampung Selatan Disemprot Hakim : Harusnya Kamu Juga Jadi Terdakwa Di Sini!

  • Bagikan
Suasana Persidangan Perkara Korupsi Pajak Minerba Lampung Selatan, Kamis (03/06) Di PN Tipikor Tanjungkarang Dengan Agenda Mendengarkan Keterangan Tujuh Orang Saksi Dari JPU. Foto Eka Putra

KIRKA.CO – Nasib sial harus dialami seorang saksi dalam perkara Korupsi Pajak Minerba Lampung Selatan usai ia memberikan keterangannya di hadapan Majelis Hakim, dirinya harus mendapat peringatan keras dari Hakim dengan nada geram yang berucap bahwa seharusnya ia pun dijadikan terdakwa dalam perkara ini.

Ucapan tersebut terlontar dari Hakim Anggota Gustina, seraya ia mengajukan pertanyaan kepada saksi bernama Rinawati yang berstatus ASN Kabupaten Lampung Selatan dengan peranan pada perkara ini sebagai Bendahara Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lampung Selatan.

Dalam dakwaan ke-empat terdakwa di perkara ini, Rinawati memiliki peranan yang cukup aktif, dimana ia bertugas untuk membuat dan menandatangani Surat Ketetapan Pajak Daerah yang selanjutnya menjadi pegangan para terdakwa untuk menagih pajak dari para wajib pajak Di Disperindag Lampung Selatan.

“Saudari Saksi tahu nggak terdakwa ada empat di perkara ini?” tanya Hakim Gustina.

“Tahu yang mulia,” jawab saksi Rinawati.

“Harusnya ada lima terdakwa di perkara ini, dan kamu seharusnya yang ikut masuk, kamu punya peranan banyak di sini,” ucap Hakim Gustina dengan nada geram.

Dalam keterangannya, Rinawati selalu berbelit – belit seolah sedang menutupi sesuatu, yang pada akhirnya didapati fakta bahwa ia berinisiatif telah membakar beberapa Dokumen Milik Negara terkait catatan pembayaran para wajib pajak di Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

Keterangan tersebut sontak saja turut membuat emosi Majelis Hakim yang menyidangkan perkara ini, dan kembali memperingatkannya untuk menyadari konsekuensi hukum dari apa yang telah diperbuatnya.

“Kamu tahu nggak dokumen yang kamu bakar itu dokumen milik negara, tau nggak resikonya apa” Ucap Hakim Ketua Masriati.

“Iya bu saya tau,” jawab Rinawati.

“Saudari jangan coba jadi pahlawan untuk orang lain ya,” ungkap Masriati dengan nada meninggi.

Dalam persidangan lanjutan yang digelar Kamis 03 Juni 2021 ini, Jaksa menghadirkan tujuh saksi yang berstatus ASN Kabupaten Lampung Selatan yang pernah berdinas di Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Kabupaten Lampung Selatan.

Atas nama empat terdakwa yakni Soma Mudawan Perkasa, M. Efriansyah Agung, Marwin dan Terdakwa Yuyun Maya Saphira, yang diketahui ke-empatnya didakwa telah bekerjasama sejak 2016 hingga 2019 melakukan penarikan pajak dari 4 perusahaan yang sebagiannya tidak mereka setorkan ke kas Daerah, dengan Kerugian Keuangan Negara sebesar Rp2,3 miliar lebih.

  • Bagikan