Jika mengacu pada peraturan pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS yang dikeluarkan oleh Presiden RI Joko Widodo
Peraturan ini merupakan revisi dari PP Nomor 53 tahun 2010 itu memuat beberapa perubahan.
Salah satunya, adanya perubahan jenis pelanggaran kewajiban masuk kerja hukuman disiplin ringan, sedang dan berat.
Baca Juga : Anwar: Sanksi Adipati ke Romi Ferizal Terkesan Tebang Pilih
Kategori Pelanggaran Kewajiban Masuk Kerja Hukuman Disiplin Ringan:
– Tiga hari kerja sanksinya teguran lisan.
– Empat sampai enam hari kerja, teguran tertulis.
– Tujuh sampai 10 hari kerja, pernyataan tidak puas secara tertulis.
Kategori Pelanggaran Kewajiban Masuk Kerja Hukuman Disiplin Sedang:
– 11 sampai 13 hari kerja, sanksinya pemotongan tunjangan kinerja sebesar 25 persen selama enam bulan.
– 14 sampaj 16 hari kerja, pemotongan tunjangan kinerja sebesar 25 persen selama sembilan bulan.
– 17 sampai 20 hari kerja, pemotongan tunjangan kinerja sebesar 25 persen selama 12 bulan.
Kategori Pelanggaran Kewajiban Masuk Kerja Hukuman Disiplin Berat:
– 21 sampai 24 hari kerja sanksinya penurunan jabatan setingkat lebih rendah selama 12 bulan.
– 28 hari kerja atau lebih, pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai PNS.
Baca Juga : GAW: Romi Ferizal Tidak Boleh Asal Komentar Tanpa Dasar
– 10 hari kerja terus menerus, sanksinya pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai PNS.
“Jadi kita lihat apakah pemerintah daerah bakal menerapkan peraturan ini atau tidak terhadap saudara Romi Ferizal,” ungkap dia.
“Penerapan ini untuk meningkatkan disiplin para ASN dan supaya ada efek jera agar kedepan tidak ada lagi pelanggaran serupa,” tegas dia.






