Menu
Precision, Actual & Factual

Progres Perkara Ketua DPRD Lampung Utara yang Dipolisikan

  • Bagikan
Kirka.co
Efriyantoni seorang jurnalis (baju hitam) dan Romli seorang Ketua DPRD Lampung Utara tampak menandatangani surat perjanjian perdamaian pasca Romli diadukan Efriyantoni ke Polres Lampung Utara. Proses penandatanganan itu berlangsung sehari setelah Romli dilaporkan atas dugaan penganiayaan. Foto: Dokumentasi dari Romli

KIRKA – Berikut adalah rangkuman keterangan yang menjelaskan tentang progres terbaru ihwal Romli selaku Ketua DPRD Lampung Utara Romli yang dipolisikan pada 15 September 2021 lalu.

Diketahui, Romli sebelumnya dilaporkan Efriyantoni dan pengaduan itu berkaitan dengan dugaan penganiayaan yang diduga dilakukan oleh Romli. Pengaduan tersebut telah resmi diterima kepolisian serta dinyatakan dalam proses penyelidikan.

Baca Juga : Mengintip LHKPN Anggota DPRD Lampura yang Diperiksa KPK

Hal tersebut dibuktikan dengan beredarnya foto Efriyantoni yang memamerkan Surat Tanda Penerimaan Laporan yang diterbitkan Polres Lampung Utara.

Di awal dinyatakan sebagai terlapor, KIRKA.CO telah melakukan permintaan klarifikasi dan tanggapan kepada Romli. Namun belum direspons.

KIRKA.CO mendapati kabar yang beredar dan menyebutkan bahwa telah terjadi perdamaian antara Efriyantoni dengan Romli.

Kepada KIRKA.CO, pihak kepolisian mengungkapkan bahwa aduan dari Efriyantoni terhadap Romli tersebut, saat ini masih ditindaklanjuti oleh Satuan Reskrim Polres Lampung Utara. ”Proses masih ditindaklanjuti Reskrim,” ujar Kapolres Lampung Utara, AKBP Kurniawan Ismail pada 20 September 2021.

Baca Juga : Motif Oknum DPRD Lampura Terungkap di Surat Vonis

Kurniawan Ismail mengaku belum mengetahui adanya proses perdamaian di antara ke dua belah pihak. ”Kalau masalah damai, saya belum dapat info. Mungkin bisa ditanyakan kepada kedua belah pihak,” tutur Kuniawan.

Sesuai dengan saran Kurniawan Ismail, KIRKA.CO mengonfirmasi ihwal proses perdamaian tersebut kepada Romli.

Di awal memberikan respons, Romli mengatakan dirinya akan mengirimkan dokumen-dokumen yang menjelaskan bahwa telah terjadi proses damai antaranya ia dengan Efriyantoni.

Dari sejumlah dokumen yang ia kirim tersebut, KIRKA.CO mengamati adanya secarik kertas bermaterai dan ditandatangi oleh Efriyantoni bersama dengan Romli pada 16 September 2021.

Terdapat beberapa poin kesepakatan di dalam surat tersebut. Di antaranya terdapat peryataan yang menyebutkan bahwa Efriyantoni selaku pihak ke-II akan mencabut laporan polisi ke Polres Lampung Utara.

Baca Juga : Polres Lampung Utara Terima Pelaporan Terkait Ketua DPRD

Adapun saksi-saksi yang menyaksikan proses perdamaian tersebut di antaranya, H Imam Suhada, Wansori, H A Akuan Abung dan Nurdin Habim.

KIRKA.CO bertanya kepada Romli terkait kesepakatan yang dinyatakan dalam dokumen tersebut ihwal rencana pencabutan laporan kepolisian. Ia menyatakan bahwa proses pencabutan laporan sedang berproses. ”Di Polres-nya lagi proses,” kata dia.

Romli berjanji akan memberi kabar apabila laporan kepolisian yang menerakan dirinya sebagai terduga pelaku penganiayaan telah resmi dicabut.

  • Bagikan