Menu
Precision, Actual & Factual

Profil Hakim Tunggal yang Vonis Ardito Wijaya

  • Bagikan
Kirka.co
Aristian Akbar, hakim tunggal yang jatuhkan vonis kepada Wabup Lampung Tengah Ardito Wijaya. Foto: Istimewa

KIRKAPada 30 Juli 2021, Pengadilan Negeri Gunungsugih menggelar persidangan yang akhirnya menjatuhkan vonis kepada Wabup Lampung Tengah Ardito Wijaya; terbukti bersalah atas “pelanggaran kewajiban menggunakan masker”.

Sosok Ardito Wijaya sebelumnya mendadak viral usai video berisi aksi bernyanyinya dan berjoget serta diwarnai saweran uang: beredar luas. Video viral ini berkaitan dengan persidangan di pengadilan tadi.

Sebab, di dalam video itu, Ardito tampak tak mengenakan masker ketika hadir ke acara hajatan. Persis dengan isi vonis hakim.

Baca Juga : Ardito Wijaya Divonis Bersalah Melanggar Prokes

Video viral itu bahkan menjadi satu dari barang bukti yang menjadikan Ardito sebagai terlapor di Polda Lampung. Tepatnya Ardito Wijaya diadukan pada 28 Juni 2021 dan aduan itu resmi diterima hingga ditindaklanjuti oleh Subdit IV Tipiter Ditreskrimsus Polda Lampung.

Kabar terakhir, penyidik kepolisian menyatakan akan mempersiapkan jadwal gelar perkara untuk menentukan status hukum Ardito Wijaya.

Kirka.co
Aristian Akbar saat masih menjadi aktivis Mahasiswa. Foto Istimewa

Diketahui, vonis yang dijatuhkan terhadap Ardito Wijaya datang dari putusan hakim tunggal bernama Aristian Akbar.

Berdasarkan situs resmi Pengadilan Negeri Gunung Sugih adalah seorang hakim kelahiran 1990 dengan golongan III A. Cuma itu yang tertera pada situs tersebut.

KIRKA.CO melakukan penelusuran terhadap Aristian Akbar. Dokumen yang kami dapatkan menerakan keterangan tentang bagaimana perjalanan Aristian Akbar yang kini menjadi hakim.

Dokumen tersebut menyatakan bahwa Aristian Akbar pernah bertemu dengan Albertina Ho, yang dulunya seorang hakim dan kini sebagai Dewas KPK. Albertina Ho pernah berpesan kepadanya agar ”jaga integritas, jangan pura-pura bodoh dalam membuat putusan”.

Aristian Akbar dalam dokumen tadi disebut berasal dari Lampung Utara. Ia pernah juga memiliki latar belakang sebagai bagian dari alumni Himpunan Mahasiswa Islam atau HMI.

Melirik situs resmi KPK yang menerakan data tentang laporan LHKPN, Aristian Akbar tercatat membuat laporan sebanyak dua kali.

Aristian menerakan motor merk Honda CBR 150 tahun 2015 seharga Rp 20 juta dalam laporan LHKPN-nya ketika ia mengawali penugasan pada unit kerja PT Tanjungkarang. Harta kekayaannya saat itu minus Rp 35 juta. Ia menuangkan nominal Rp 90 juta sebagai hutang.

Pada LHKPN-nya yang kedua, harta Aristian Akbar tak lagi minus. Dia menerakan total hartanya sebesar Rp35 juta. Hutang yang ia miliki kini dicatatnya sebesar Rp80 juta.

  • Bagikan