Menu
Precision, Actual & Factual

Polresta Bandar Lampung Geledah Kontrakan, Diduga Simpan Zat Cair Berbahaya Tanpa Izin Edar

  • Bagikan
Ribuan botol produk RDL Hydroquinone Tretinion yang diduga ilegal diamankan Unit Tipidter Satreskrim Polresta Bandar Lampung. Istimewa

KIRKA.CO – Ribuan botol yang berisi cairan Hydroquinone dikemas dengan kotak berwarna orange berlabel RDL Hydroquinone Tretinion disita oleh Unit Tipidter Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandar Lampung pada Jum’at 11 Juni 2021 di Rumah Kontrakan di Jalan Abdul Roni, Kedamaian, Bandar Lampung.

Penyewa rumah kontrakan yang diketahui bernama Rubianto pun turut digelendang bersama petugas untuk di mintai keterangan berikut ribuan barang buktinya.

Terkait pengungkapan ini, Resky sapaan akrab dari Kompol Resky Maulana selaku Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung mengatakan bahwa saat ini kasus tersebut masih didalami.

“Dugaannya masih sebatas tidak memiliki izin edar dari BPOM,” terangnya kepada KIRKA.CO Minggu 13 Juni 2021.

Ditanya soal adanya zat yang diduga berbahaya, alumni Akpol 2006 ini belum berani memaparkan, menurutnya Penyelidikan masih sebatas dengan surat izin edarnya saja.

“Kalau untuk itu, kita harus melibatkan ahli karena saat ini kami masih berfokus untuk izin edarnya saja dulu,” ujar Resky.

Berdasarkan artikel dan sumber terbuka yang didapatkan KIRKA.CO, pada tahun 2018 BPOM RI pernah mengungkap izin ilegal dari produk kosmetik tersebut.

Tak tanggung-tanggung, produk yang dikatakan berasal dari Negara Philipina yang diungkap oleh BPOM RI senilai Rp5,4 miliar.

Mengutip keterangan Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik, Mayagustina Andarini dalam artikel di website Badan POM dikatakan bahwa Hydroquinone tergolong zat yang berbahaya karena dapat mengakibatkan hiperpegmentasi, mengiritasi kulit bahkan merusak ginjal.

“Hidrokinon merupakan obat pemutih yang masuk kategori obat keras, sehingga penggunaannya harus dengan resep dokter dan tidak bisa dijual bebas,” kata Maya.

Jika memang Penyelidikan yang dilakukan oleh Unit Tipidter Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandar Lampung terbukti. Pelaku yang saat ini tengah dilakukan pemeriksaan bisa dijerat dengan Pasal 196 dan Pasal 197 UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, yaitu mendistribusikan produk sediaan farmasi jenis kosmetika Tanpa Izin Edar dan mengandung bahan dilarang dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp1,5 miliar.

  • Bagikan