Menu
Precision, Actual & Factual

Penyidik KPK yang Terlibat Kasus Wali Kota Tanjungbalai Terbukti Melanggar & Dipecat

  • Bagikan
Penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju diputus Dewan Pengawas KPK untuk dipecat karena beberapa hal yang berkaitan dengan perkara korupsi Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial. Foto Istimewa

KIRKA.CODewan Pengawas KPK dalam sejumlah pemberitaan di media siber dilaporkan telah mengungkapkan hasil sidang terhadap penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju.

Dia adalah penyidik KPK asal kepolisian yang diduga terlibat dalam perkara korupsi dugaan jual beli jabatan, yang menyeret Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial.

Robin yang berpangkat AKP dan telah menjadi bagian dari KPK sejak April 2019 itu, bersama-sama dengan M Syahrial sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

Pernyataan tentang pemecatan terhadap penyidik KPK yang dinilai Ketua KPK Firli Bahuri memiliki kemampuan di atas rata-rata tersebut meluncur dari Ketua Dewan Pengawas KPK Tumpak Panggabean pada Senin, 31 Mei 2021.

Tumpak belum merespons permintaan klarifikasi. Sedari awal, Tumpak memang tak pernah menyampaikan kata atau apapun ketika dikonfirmasi KIRKA.CO.

Robin dinyatakan terbukti bersalah melakukan pelanggaran kode etik. Poin dari pelanggaran kode etik Robin diantaranya:

Robin bersalah karena berhubungan dengan pihak-pihak atau orang-orang yang mempunyai kewenangan berkaitan dengan perkara yang sedang ditangani KPK.

Robin kemudian ditegaskan telah menyalahgunakan kewenangan dalam rangka meminta dan menerima sejumlah uang dari pihak-pihak yang dihubungi.

Setelahnya Robin dinyatakan melanggar karena telah menunjukkan identitas yaitu ID card sebagai penyidik KPK kepada mereka yang tidak punya kepentingan.

Robin diputus terbukti melanggar sesuai dengan pedoman perilaku kode etik yang telah ditetapkan oleh Peraturan Dewas 02/2020, Pasal 4 ayat 2 huruf a, b, dan c.

Oleh karenanya, yang bersangkutan diputus melakukan perbuatan dengan ancaman sanksi berat, yaitu berupa pemberhentian dengan tidak hormat sebagai Pegawai KPK.

Selain M Syahrial dan Robin, KPK juga menetapkan seorang tersangka lain. Namanya Maskur Husain dan berprofesi sebagai pengacara.

Stepanus diduga bersama Maskur sepakat membuat komitmen dengan M. Syahrial terkait penyelidikan dugaan korupsi di Pemkot Tanjungbalai untuk tidak ditindaklanjuti oleh KPK dengan menyiapkan uang Rp1,5 miliar.

Syahrial juga memberikan uang secara tunai kepada Stepanus Robin hingga total uang yang telah diterima Stepanus Rp1,3 miliar.

  • Bagikan