Menu
Precision, Actual & Factual

Pengerjaan Jalan Tegal Mukti Tajab yang Dikritik TEC Sudah Dilaporkan ke Kejati Lampung

  • Bagikan
Kondisi Jalan Poros Tegal Mukti Tajab Way Kanan saat DPP Pematank melakukan pemantauan lokasi. Foto Pematank

KIRKA.CO – Mantan Ketua Komisi IV DPRD Lampung Tony Eka Chandra sebelumnya menyebut bahwa sejumlah proyek milik Pemerintah Provinsi Lampung perlu dievaluasi. Khususnya, proyek senilai Rp5,7 miliar. Proyek tersebut merupakan pengerjaan jalan poros Desa Tegal Mukti-Tajab.

Menurut dia, proyek tersebut yang belum genap 6 bulan dikerjakan itu, telah amburadul hingga menjadi perbincangan publik. Ia sempat menyarankan agar pengawasan terhadap pengerjaan jalan tersebut lebih dilakukan secara ketat.

“Kapan Lampung mau maju, kalau uang rakyat digunakan untuk pembangunan yang asal asalan,” kata Tony, Selasa lalu, 22 Juni 2021.

Ternyata, pada Senin, 14 Juni 2021, pengerjaan jalan yang awalnya dinilai TEC sapaan akrab Tony Eka Chandra itu, telah diadukan ke Kejaksaan Tinggi Lampung. Untuk diketahui, pengerjaan jalan tersebut merupakan kewenangan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Lampung.

Aduan ini diketahui telah dilayangkan ke kejaksaan oleh Gerakan Mahasiswa Bongkar Korupsi atau GEMBOK Lampung.

Dimintai klarifikasi, Ketua Umum GEMBOK Lampung Andre Saputra tak menampik hal di atas. Ia membenarkan keberadaan aduan tersebut. “Iya benar aduan sudah kami layangkan secara resmi ke Kejati Lampung,” ungkap Andre saat dihubungi KIRKA.CO, Selasa malam, 29 Juni 2021.

Andre menegaskan lagi, bahwa benar aduan tersebut telah diterima oleh Kejati Lampung melalui pegawai kejaksaan yang bertugas pada bidang intelijen. Penegasan itu ia lontarkan saat ditanya lebih lanjut soal bukti otentik dari dokumen pengaduan yang ia maksud.

“Benar itu sudah diadukan. Sudah diterima oleh pegawai di Kejati yang ada di bidang intel. Ada kok tanda terima dari aduan itu. Nanti dokumennya saya kirimkan,” ujar Andre.

  • Bagikan